Home Ekonomi Separuh Ekonomi Bireuen Ditopang Sektor Jasa & Perdagangan

Separuh Ekonomi Bireuen Ditopang Sektor Jasa & Perdagangan

sekolah rakyat 179 Gampong di Bireuen Sudah Cairkan ADG Tahap I Separuh Ekonomi Bireuen Ditopang Sektor Jasa & Perdagangan
Tugu Kota Juang yang menjadi ikon di alun-alun Kota Bireuen. Foto: Disitat dari laman Facebook Azzahra Shooting.

Komparatif. Bireuen— Separuh ekonomi Bireuen ditopang sektor tersier (jasa dan perdagangan). Berdasarkan data BPS Bireuen yang dirilis pada Jumat (12/9/2025), kontribusi sektor jasa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB mencapai 54,07 persen (Rp2,7 triliun) pada kuartal II 2025.

Angka kontribusi PDRB Bireuen atas harga berlaku turun tipis dibandingkan data triwulan I yang mencatatkan kontribusi sebesar 54,61 (Rp2,5 triliun) .

Sementara itu sektor primer (pertanian, perkebunan, perikanan, dll) mencapai 36,61 persen (Rp1,8 triliun), naik dari 35,41 (Rp1,6 triliun) pada triwulan I. Sektor sekunder (industri pengolahan, konstruksi, dll) memiliki kontribusi terkecil dibandingkan dua sektor lainnya, dengan 9,98 persen (Rp467,50 miliar) di Triwulan I dan menurun parsial menjadi 9,32 persen (Rp467,60 miliar) di triwulan II.

Baca juga: Soal Ekonomi Aceh Bertumbuh, Bank Indonesia Asal Bunyi

Penurunan kontribusi sektor sekunder, khususnya pada industri dan konstruksi, bisa menjadi indikator perlambatan investasi atau permintaan domestik untuk barang-barang olahan/infrastruktur. Namun BPS Bireuen tidak merilis rinci komponen-komponen PDRB Bireuen per lapangan usaha, dan faktor-faktor pendorong/penghambat untuk melihat konteks secara lebih luas.

Secara umum, berdasarkan data yang ada, struktur perekonomian ekonomi Bireuen pada awal 2025 (Triwulan I & II) berdasarkan PDRB ADHB masih sangat didominasi oleh sektor jasa, sektor primer menunjukkan sedikit peningkatan, sementara sektor sekunder cenderung stagnan atau sedikit menurun.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) di sektor primer naik cukup banyak dari tiga bulan pertama ke tiga bulan kedua tahun 2025 (dari Rp898 miliar ke Rp1 triliun). Sementara sektor sekunder tumbuh stabil namun kecil, dari Rp288,34 miliar di triwulan I menjadi Rp289,17 miliar di triwulan II. Sektor tersier meningkat dari RP1,7 triliun menjadi Rp1,8 triliun pada triwulan II.

Previous articleHendak Jual 51,59 Gram Sabu, Pria Asal Bireuen Dicokok Polisi
Next articleKedisiplinan ala Santri Salah Satu Modal Keberhasilan Wirausaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here