Home Otomotif Perusahaan Elon Musk Keok, BYD Kini Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

Perusahaan Elon Musk Keok, BYD Kini Jadi Raja Mobil Listrik Dunia

Perusahaan Elon Musk Keok, BYD Kini Jadi Raja Mobil Listrik Dunia
BYD menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia pada 2025. Foto: BYD.

Komparatif.ID, Beijing— Tesla resmi kehilangan statusnya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia setelah disalip oleh perusahaan asal Tiongkok, BYD. Pergeseran posisi ini terjadi di tengah penurunan penjualan Tesla sepanjang 2025, yang dipengaruhi oleh dinamika politik yang melibatkan CEO Elon Musk serta berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Melansir Al Jazeera, pada Jumat (2/1/2026), Tesla mengumumkan total penjualan kendaraan sepanjang 2025 mencapai 1,64 juta unit. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penjualan BYD yang mencapai 2,26 juta unit pada periode yang sama.

Capaian ini sekaligus menandai penurunan penjualan Tesla sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tesla yang didirikan Elon Musk pada 2003 selama bertahun-tahun dikenal sebagai pelopor dan pemimpin global dalam pengembangan serta penjualan kendaraan listrik.

Namun, persaingan di industri ini semakin ketat seiring munculnya banyak produsen baru, terutama dari Tiongkok, yang agresif menggarap pasar kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif. Pasar kendaraan listrik China yang terus berkembang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan penjualan BYD.

Selain faktor persaingan, langkah politik Elon Musk turut memengaruhi kinerja perusahaan. Dukungan Musk terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Pemilu 2024 serta keterlibatannya memimpin panel “efisiensi pemerintah” atau DOGE yang menuai kontroversi karena dikaitkan dengan pemutusan hubungan kerja massal pegawai federal, memicu reaksi keras dari publik. Protes dilaporkan terjadi di sejumlah fasilitas Tesla dan berdampak pada penurunan penjualan.

Baca juga: 59.000 Mobil Tesla Alami Kerusakan Perangkat Lunak

Pada kuartal keempat 2025, Tesla mencatatkan penjualan 418.227 unit. Jumlah ini berada di bawah perkiraan analis yang disurvei FactSet, yang sebelumnya memproyeksikan penjualan sekitar 440.000 unit.

Tekanan terhadap Tesla juga datang dari kebijakan pemerintah AS yang menghapus secara bertahap kredit pajak kendaraan listrik sebesar 7.500 dolar AS pada akhir September 2025.

Meski menghadapi penurunan penjualan, sentimen investor terhadap Tesla masih relatif positif. Para investor tetap menaruh harapan pada rencana jangka panjang Musk, termasuk pengembangan layanan taksi robot tanpa pengemudi dan robot humanoid untuk kebutuhan rumah tangga.

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan saham Tesla yang menutup 2025 dengan kenaikan sekitar 11 persen.

Di sisi produk, Tesla juga telah memperkenalkan dua model kendaraan listrik yang lebih terjangkau, yakni Model Y dan Model 3.

Langkah ini dilakukan untuk menghadapi persaingan dari produsen Tiongkok yang menawarkan kendaraan listrik berharga lebih murah di pasar Eropa dan Asia, sekaligus mempertahankan daya saing Tesla di pasar global.

Previous articleSiswa Sekolah Terdampak Bencana Tak Wajib Tuntaskan Capaian Belajar Untuk Naik Kelas/Lulus
Next articleMedco Foundation Salurkan Bantuan Rp1,7 M Untuk Korban Banjir Sumatra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here