
Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah Kabupaten Bireuen menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang telah dilaksanakan sejak 23 Februari 2026 di tujuh belas kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
Penutupan kegiatan Tim II Safari Ramadan tersebut berlangsung di Masjid Al-Hidayah Desa Blang Ketumba, Kecamatan Juli, Rabu, 5 Maret 2026.
Mewakili Wakil Bupati Bireuen, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Setdakab Bireuen, Mulyadi, menjelaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat di berbagai wilayah.
Ia menyebutkan melalui Safari Ramadan, jajaran pemerintah daerah dapat berinteraksi secara langsung dengan warga, mendengarkan aspirasi, serta melihat kondisi sosial masyarakat di lapangan.
“Kita semua merasakan bagaimana musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu telah membawa ujian yang tidak ringan bagi masyarakat Bireuen. Banyak saudara-saudara kita yang terdampak, kehilangan harta benda, bahkan harus mengungsi untuk sementara waktu,” ujar Mulyadi.
Ia menilai dalam situasi seperti ini semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat.
Baca juga: Bupati Bireuen: Safari Ramadan Jadi Ruang Serap Aspirasi Warga
Pemerintah daerah, kata dia, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan menunjukkan empati kepada warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Musibah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat persatuan dan kepedulian sesama. Dengan kebersamaan dan rasa solidaritas yang tinggi, kita yakin berbagai kesulitan dapat kita lalui bersama,” katanya.
Lebih lanjut Mulyadi menambahkan Safari Ramadan juga menjadi wadah untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat serta menyerap berbagai masukan yang berkembang di tingkat desa dan kecamatan.
Ia juga menegaskan di tengah berbagai ujian yang dihadapi, syiar Islam harus tetap ditegakkan dan menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.
Sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam pelaksanaan syariat Islam, Aceh memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Mulyadi berharap momentum Ramadan tidak hanya dirasakan selama bulan suci saja, tetapi juga terus terpelihara dalam kehidupan masyarakat setelah Ramadan berakhir. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, serta menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kegiatan Safari Ramadan berlangsung.












