Komparatif.ID, Bireuen— Bupati Bireuen H. Mukhlis, menegaskan Safari Ramadan Pemkab tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Melalui kunjungan ke sejumlah kecamatan, Pemkab Bireuen berkomitmen membuka komunikasi dua arah dengan masyarakat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mendengar berbagai masukan, keluhan, serta harapan warga terkait pembangunan dan pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Bupati Mukhlis saat safari Ramadan perdana ke Mesjid Al-Ikhlas Desa Alue Krueb, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Senin (23/2/2026). Bupati Mukhlis hadir bersama Wakil Bupati Ir. Razuardi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten Bireuen.
Menurut Bupati Mukhlis, pendekatan langsung di tengah masyarakat jadi langkah penting agar kebijakan Pemkab tetap selaras dengan kebutuhan riil warga.
Agenda diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim yang disaksikan oleh jamaah dan masyarakat setempat. Setelah itu, rombongan pemerintah daerah mengikuti buka puasa bersama, kemudian melaksanakan shalat magrib, isya, dan tarawih berjamaah.
Lebih lanjut, Bupati Mukhlis mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai ajang memperkuat persatuan dan kepedulian sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam membangun daerah, terutama setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu.
Baca juga: Safari Ramadan Dimulai, Pemkab Bireuen Santuni Anak Yatim di Alue Krueb
Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat.
Bupati Mukhlis menyampaikan Bireuen termasuk salah satu kabupaten yang cepat dalam penanganan bencana alam. Ia menyebut kondisi di daerah lain yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor masih cukup parah hingga saat ini.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada masyarakat Bireuen yang dinilai mandiri. Menurutnya, tiga hari setelah musibah terjadi, banyak warga telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan material yang masuk ke dalam rumah agar dapat kembali menempati kediamannya.
Ia menyampaikan berdasarkan upaya bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat, sebanyak 98 persen warga terdampak bencana telah kembali ke rumahnya. Sementara sebagian kecil yang masih berada di tempat pengungsian telah mendapatkan bantuan dana tunggu hunian tetap dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut, menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, akan diberikan hingga rumah mereka selesai dibangun.
Rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bireuen dibagi ke dalam dua tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh bupati dan tim kedua dipimpin oleh wakil bupati. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di sejumlah kecamatan hingga 4 Maret 2026.













