Komparatif.ID, Bireuen— Harga sejumlah bahan bangunan di Kabupaten Bireuen mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir. Kenaikan terjadi mulai dari harga semen, besi, seng, hingga cat.
Pemilik Toko Natasya di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Abeuk Usong, Kecamatan Jeumpa, Zainal Abidin, mengatakan kenaikan harga semen terjadi pada sejumlah merek dengan persentase yang berbeda.
Semen Andalas, misalnya, sebelumnya dijual Rp65.000 per sak dan kini menjadi Rp72.000. Semen Garuda naik dari Rp52.000 menjadi Rp67.000 per sak. Sementara Semen Rajawali naik dari Rp57.000 menjadi Rp67.000 per sak.
Menurut Zainal, selain harga yang meningkat, pasokan semen juga mulai sulit diperoleh. Ia mengaku kesulitan memenuhi permintaan pembeli karena jumlah semen yang diterima tidak sesuai dengan pesanan.
“Kalau memesan semen satu truk intercooler dengan muatan 700 sak, yang diterima hanya 500 sak. Itu pun dibagi untuk dua toko bangunan,” kata Zainal, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Mengapa Harga Semen Andalas Lebih Mahal?
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pasokan semen di Banda Aceh relatif aman. Namun, kondisi berbeda disebut terjadi di wilayah Sigli dan Bireuen.
“Katanya di Banda Aceh barangnya aman. Kecuali di Sigli dan Bireuen,” ujarnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada material besi dan seng. Besi ukuran 10 yang sebelumnya dijual Rp52.000 per batang kini menjadi Rp73.000. Besi ukuran 5,2 naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per batang. Sementara besi ukuran 12 naik dari Rp70.000 menjadi Rp100.000 per batang.
Harga seng merah juga mengalami kenaikan dari Rp50.000 menjadi Rp76.000 per lembar. Untuk cat merek biasa, harganya naik dari Rp60.000 menjadi Rp75.000. Sedangkan cat Jotun ukuran 5 kilogram naik dari Rp230.000 menjadi Rp250.000.
Zainal mengatakan kondisi harga yang belum stabil turut memengaruhi modal yang harus disiapkan untuk pengadaan barang. Pada Juli 2026, ia terpaksa menambah modal sekitar Rp6 juta untuk menebus seng. Tambahan modal tersebut dihitung dari kenaikan harga Rp30.000 untuk 200 lembar seng.
Dengan kondisi harga dan pasokan yang belum stabil, Zainal untuk sementara tidak menerima D/O barang bangunan untuk dua bulan ke depan.













