Home News Daerah Rehabilitasi dan Optimalisasi Sawah Rusak Ringan & Sedang di Bireuen Rampung

Rehabilitasi dan Optimalisasi Sawah Rusak Ringan & Sedang di Bireuen Rampung

Rehabilitasi dan Optimalisasi Sawah Rusak Ringan & Sedang di Bireuen Rampung
Petugas melakukan peninjauan dan pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi dalam program optimalisasi lahan pertanian di Desa Kukue, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Foto: Dok. Distanbun.

Komparatif.ID, Bireuen- Rehabilitasi sawah dengan kategori rusak sedang serta optimasi lahan sawah rusak ringan di Kabupaten Bireuen telah selesai dilaksanakan. Program yang didanai melalui Kementerian Pertanian tersebut dikerjakan di lapangan oleh kelompok tani sebagai pelaksana kegiatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., mengatakan rehabilitasi sawah kategori rusak sedang dengan luas mencapai 677 hektare telah dimulai sejak Februari 2026 dan kini seluruh pekerjaannya telah selesai.

Selain itu, optimalisasi lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan juga telah dituntaskan. Luas lahan yang masuk dalam program tersebut mencapai 1.323 hektare.

Mulyadi menyampaikan, Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian juga telah menyalurkan benih kepada seluruh petani yang lahannya masuk dalam program rehabilitasi dan optimalisasi pascabencana hidrometeorologi Sumatra.

“Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen juga sudah membagikan benih untuk seluruh petani yang lahannya masuk program rehabilitasi dan optimalisasi pascabecana hidrometeorologi Sumatra,” kata Mulyadi, Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Pemkab Bireuen Target Rehabilitasi Sawah Rusak Selesai Sebelum April

Di sisi lain, upaya pemulihan infrastruktur pendukung pertanian juga terus berjalan. Bendungan Pante Lhong II yang berada di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, telah selesai dibangun secara darurat dan saat ini sudah berfungsi.

Meski demikian, air dari bendungan tersebut belum dapat dialirkan ke jaringan irigasi karena masih menunggu selesainya pekerjaan perbaikan Aramco di tiga titik yang berada di Desa Gunci, Kecamatan Juli.

Menurut Mulyadi, apabila tidak ada kendala, pekerjaan perbaikan Aramco yang dimulai pada 11 Juli 2026 diperkirakan akan rampung dalam waktu tiga pekan. Setelah pekerjaan tersebut selesai, air dari Bendungan Pante Lhong II diharapkan dapat mulai dialirkan ke jaringan irigasi.

Sementara itu, usulan rehabilitasi sawah kategori rusak berat seluas 1.091 hektare yang diajukan Dinas Pertanian juga telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah Pusat. Lahan tersebut akan menjalani proses rehabilitasi pada tahap berikutnya.

Untuk mendukung lahan sawah tadah hujan atau sawah yang belum memperoleh dukungan irigasi secara optimal, pemerintah juga memfasilitasi pembangunan sumur bor. Di Kabupaten Bireuen, pembangunan mencakup 102 unit sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 unit sumur bor masih belum dikerjakan. Seluruh proses pembangunan sumur bor dilakukan oleh kelompok tani sebagai pelaksana di lapangan.

Previous articleLPS Sebut 99 Persen Rekening di Aceh Dijamin, Penjaminan Polis Mulai Disiapkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here