
Komparatif.ID, Bireuen– Hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran baru 2026/2027 menjadi pengalaman yang penuh kesan bagi Muhammad Akbar, siswa baru SD Negeri 6 Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen. Bocah yang baru memulai pendidikan di bangku sekolah dasar itu sempat enggan memasuki ruang kelas karena masih merasa malu dan belum terbiasa dengan lingkungan barunya.
Muhammad Akbar harus dibujuk secara perlahan oleh guru bersama orang tuanya agar bersedia masuk ke dalam kelas. Setelah akhirnya duduk di bangkunya, ia masih terlihat memegang baju sang ibu agar tidak menjauh dari tempat duduknya.
Beberapa puluh menit kemudian, Muhammad Akbar mulai menunjukkan perubahan. Ia perlahan berinteraksi dengan teman-teman barunya, meski sesekali masih menoleh ke arah luar kelas untuk memastikan ibunya masih berada di sekitar ruangan.
Ibunya, Ferayanti, menjelaskan sebelum masuk SD Negeri 6 Kecamatan Jeumpa, Muhammad Akbar bersekolah di TK Pante Bahagia, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Selama dirinya merantau bekerja di Malaysia, sang anak dirawat oleh neneknya.
Kini Muhammad Akbar telah dibawa pulang ke Gampong Cot Tarom Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, sehingga harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan teman-teman yang berbeda dari sebelumnya.
“Anak saya dirawat oleh maminya selama saya merantau ke Malaysia. Sudah pasti cucunya lebih disayangi daripada kita anak-anaknya,” ujar Ferayanti, Senin (13/7/2027).
Guru kelas I SD Negeri 6 Kecamatan Jeumpa, Yuslinawati, mengatakan kondisi yang dialami Muhammad Akbar masih tergolong wajar dan tidak terlalu berat. Selama empat tahun menjadi wali kelas di sekolah tersebut, ia mengaku pernah mendampingi siswa yang membutuhkan waktu hingga enam bulan dengan tetap didampingi ibunya di sekolah.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, ASN Aceh Diizinkan Datang Terlambat ke Kantor untuk Antar Anak
Untuk membantu siswa baru beradaptasi, pihak sekolah memberikan balon, tas baru, serta berbagai permainan edukatif agar anak-anak lebih cepat mengenal dan berinteraksi dengan teman-temannya.
“Saat ini rata-rata anak-anak tidak kaku lagi saat hari pertama sekolah karena sebelumnya telah sekolah di TK. Jikapun ada, hanya membutuhkan waktu beberapa jam mereka sudah mulai berinteraksi dengan teman-teman barunya,” kata Yuslinawati.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 6 Kecamatan Jeumpa, Hajrizal, S.Pd, menyampaikan dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah kurang dari tiga bulan. Meski demikian, ia telah menetapkan program literasi atau peningkatan minat baca sebagai salah satu fokus sekolah pada 2027.
Menurutnya, minat membaca para siswa saat ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, sekolah akan terus mendorong budaya membaca sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, pihak sekolah juga melarang penggunaan telepon genggam bagi 133 siswa di sekolah tersebut. Hajrizal menjelaskan sekolah telah menyediakan fasilitas komputer yang digunakan saat pelaksanaan Kompetisi Sains Nasional (KSN) maupun Tes Kemampuan Akademik pada akhir semester, sehingga siswa tidak perlu membawa atau menggunakan telepon genggam di lingkungan sekolah.
Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa dan guru juga menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diantarkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Geuleumpang Payong, Kecamatan Jeumpa. Hajrizal memastikan makanan yang diterima dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi.












