
Komparatif.ID, New Delhi— Seorang pemuda di India nekat mengamputasi kakinya sendiri demi bisa diterima di fakultas kedokteran melalui jalur kuota penyandang disabilitas.
Pemuda tersebut bernama Suraj Bhaskar (20) berasal dari negara bagian Uttar Pradesh.
Seperti banyak pemuda India lainnya, Suraj memiliki cita-cita menjadi dokter dan membanggakan keluarganya. Namun, ambisinya menghadapi hambatan setelah ia gagal dua kali dalam ujian masuk fakultas kedokteran nasional, National Eligibility cum Entrance Test (NEET/SNPT) yang dikenal sangat kompetitif.
Kasus ini bermula ketika kakak Suraj, Akash Bhaskar, melapor ke polisi bahwa adiknya diserang oleh orang tak dikenal di Desa Khalilpur.
Dalam laporan tersebut disebutkan Suraj ditemukan dalam keadaan pingsan dengan kondisi kaki terputus. Polisi kemudian mendaftarkan kasus tersebut dan memulai penyelidikan dengan dugaan tindak kekerasan berat.
Namun, selama proses penyelidikan, polisi menemukan banyak ketidaksesuaian dalam keterangan yang disampaikan Suraj.
Ia disebut beberapa kali mengubah pernyataannya dan memberikan cerita yang tidak konsisten.
Baca juga: Baru Menikah, Istri Gugat Cerai Usai Tahu Suami Botak dan Pakai Wig
Melansir Odditycentral, seorang juru bicara kepolisian setempat menyampaikan kepada wartawan klaim korban tidak terbukti selama pemeriksaan lanjutan dan penelaahan bukti.
Penyelidikan semakin mengarah pada dugaan bahwa Suraj memotong kakinya sendiri. Polisi menemukan sebuah buku harian milik Suraj yang berisi tulisan, “Saya akan menjadi dokter MBBS pada tahun 2026.”
Selain itu, keterangan dari pacarnya menguatkan dugaan bahwa Suraj memiliki obsesi kuat untuk masuk sekolah kedokteran. Polisi juga mengetahui beberapa bulan sebelumnya Suraj sempat berusaha memperoleh dokumen disabilitas, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Laporan medis menunjukkan kaki Suraj terpotong dengan rapi dan diduga menggunakan mesin. Luka yang ada dinilai terlalu bersih untuk diakibatkan oleh serangan pisau secara brutal.
Jarum suntik yang ditemukan di ladang dekat lokasi Suraj ditemukan turut mengindikasikan penggunaan anestesi sebelum amputasi dilakukan.
Polisi mengatakan Suraj telah dirujuk ke pusat trauma untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, sementara kakinya hingga kini belum ditemukan.












