
Komparatif.ID, Bireuen—Pemkab Bireuen melalui BPBD setempat, mulai Jumat (12/12/2025) mulai menyediakan penyeberangan gratis di Kutablang, untuk menyeberangkan relawan dan bantuan kemanusiaan.
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen Doli Mardian, Sabtu (13/12/2025) menerangkan pihaknya sudah membuka jalur penyeberangan gratis untuk para relawan dan bantuan logistik.
Selain itu, pihak BPBD juga membuka dua posko di Kutablang. Satu titik di dekat penyeberangan, satu titik di dekat jalan lintas Banda Aceh-Medan.
Baca: Cinta untuk Tanoh Gayo di Tepian Krueng Teupin Mane
“Layanannya penyeberangan gratis di Kutablang telah tersedia. Bisa untuk menyeberangkan relawan, maupun menyeberangkan logistik bantuan. Kami menyediakan boat di sana,” kata Doli Mardian yang juga Camat Kecamatan Kota Juang, Bireuen.
Untuk para pekerja kemanusiaan yang hendak menyeberang, dapat melaporkan diri ke posko yang tersedia di lokasi. Mereka akan dilayani oleh petugas dari BPBD Bireuen.
Selain itu, sejumlah bantuan penyeberangan gratis di Kutablang dari pihak lain juga telah tersedia di sana. Seperti jasa penyeberangan yang dikelola oleh Agusti, putra Bupati Bireuen. Pihak Agusti mengoperasikan dua unit boat.
“Untuk menyeberangkan relawan dan bantuan kemanusiaan. Gratis!” sebut Agusti.
Demikian juga aktivis kemanusiaan dari komunitas Almuslim Peduli yang dikelola oleh Boihaki dan kawan-kawan.
“Layanan kami gratis. Tapi kalau ada yang beri tips untuk tim, sekadar untuk ngopi-ngopi, kami tidak menolak,” kata Boihaki.
Sementara itu di sana juga terdapat boat yang dikelola AIRUD Polda Aceh, dan kapal rawa bantuan Kapolri. Layanannya gratis.
Relawan Bantu Langsir Barang di Penyeberangan Gratis di Kutablang
Camat Kutablang, Erizal, saat dihubungi Komparatif.ID, memberitahu selain terdapat penyeberangan gratis, para tenaga kemanusiaan di bawah koordinasi Pemkab Bireuen, akan ikut membantu melangsir barang.
Sebelumnya Bupati Bireuen juga telah melakukan monitoring ke Kutablang. Dia memperingatkan kepada para pengelola jasa penyeberangan supaya mengambil upah yang masuk akal. Jangan bertindak kejam di tengah bencana.
Bila mereka masih bandel, pemerintah dan otoritas hukum akan memberikan tindakan tegas.
Sebelumnya, banyak relawan kemanusiaan mengeluh terhadap jasa penyeberangan di Kutablang, yang dinilai tidak memiliki rasa kemanusiaan. Para relawan yang mengangkut barang bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor, dipalak di sana hingga jutaan rupiah oleh pengelola jasa pengangkutan dan harlan tempatan.












