Home Gaya Hidup Wisata Pelancong Internasional ke Aceh Naik 13,74 Persen pada Juli

Pelancong Internasional ke Aceh Naik 13,74 Persen pada Juli

Sektor Pariwisata Aceh Sumbang Rp4,17 T ke Perekonomian Daerah pada 2024 Pelancong Internasional ke Aceh Naik 13,74 Persen pada Juli
Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh mengalami peningkatan signifikan pada Juli 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah pelancong internasional ke Aceh pada Juli tercatat mencapai 4.114 orang, naik 13,74 persen dibandingkan dengan Juni 2025 yang berjumlah 3.617 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan kenaikan jumlah pelancong internasional ke Aceh jadi bukti meningkatnya minat turis untuk menjadikan Aceh sebagai destinasi pilihan.

Menurutnya, tren positif ini perlu dijaga melalui pengembangan kualitas destinasi wisata dan pelayanan yang lebih profesional.

“Kenaikan jumlah wisatawan memberikan motivasi bagi kami untuk terus mengoptimalkan potensi pariwisata, terutama destinasi unggulan seperti Museum Aceh dan Museum Tsunami,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Almuniza menuturkan berdasarkan data BPS wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Aceh dengan jumlah mencapai 2.806 orang sepanjang Juli 2025. Setelah itu, kunjungan terbanyak datang dari Belanda, Prancis, Singapura, dan Inggris.

Disbudpar menyebut kondisi ini sejalan dengan strategi promosi yang selama ini gencar dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh di Malaysia sebagai pasar utama.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Aceh Awal 2025 Meningkat 76 Persen

Almuniza juga menjelaskan peningkatan kunjungan juga dipengaruhi oleh akses yang tersedia melalui dua pintu masuk utama, yakni Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.

Kedua jalur ini menjadi pintu gerbang penting bagi turis asing yang hendak menikmati berbagai destinasi wisata di Aceh.

Almuniza menjelaskan pihaknya kini fokus memperkuat strategi promosi digital dan kerja sama lintas sektor. Selain promosi, langkah lain yang ditempuh adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata agar wisatawan mendapat pelayanan yang baik dan berkesan.

Menurutnya, pelayanan yang ramah dan profesional akan menjadi faktor penting dalam membangun citra positif Aceh di mata dunia internasional.

Ia juga menegaskan bahwa Disbudpar Aceh akan terus memanfaatkan momentum kenaikan jumlah kunjungan untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara. Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis bahwa Aceh mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

“Kami yakin Aceh akan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan asing, khususnya dari Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan jarak,” kata Almuniza.

Previous articleWamenag: Perguruan Tinggi Islam Garda Terdepan Tangkal Radikalisme
Next articleDidemo Rakyat, Timor Leste Batalkan UU Dana Pensiun DPR dan Presiden

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here