Home Gaya Hidup Wisata Wisata Ujong Seukee Sepi Usai Banjir, Warga Bertahan Tanpa Penghasilan

Wisata Ujong Seukee Sepi Usai Banjir, Warga Bertahan Tanpa Penghasilan

Wisata Ujong Seukee Sepi Usai Banjir, Warga Bertahan Tanpa Penghasilan
Hasnawi berdiri di salah satu muara baru yang terbentuk pascabanjir di kawasan wisata Ujung Seuke, Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Bireuen, yang mengakibatkan aktivitas wisata dan usaha warga terhenti. Foto: Rizal Bank Pineung.

Komparatif.ID, Bireuen— Destinasi wisata Ujong Seukee di Dusun Jrat Manyang, Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, seakan lenyap dari pembicaraan publik. Padahal sebelum diterjang banjir, kawasan pantai ini dikenal ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari libur.

Setiap akhir pekan dan hari besar, ratusan pengunjung dari berbagai daerah datang bersama keluarga untuk menikmati pantai dengan garis tepi yang luas dan kondisi air laut yang relatif dangkal, sehingga pengunjung dapat mandi tanpa batas waktu.

Kondisi tersebut berubah drastis setelah banjir yang terjadi pada 26 November 2025. Dampak banjir menyebabkan terbentuknya tiga muara baru di kawasan wisata tersebut.

Aliran air yang kuat menyeret puluhan meja dan kursi milik pedagang hingga hilang terbawa genangan. Sisa peralatan yang ada kini dalam kondisi rusak dan sebagian telah menjadi rongsokan, sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk melayani pengunjung.

Baca juga: Bupati Bireuen Kerahkan Alat Berat Bersihkan Kayu Sisa Banjir di Hulu Sungai Peudada

Hasnawi Sulaiman, salah seorang perintis usaha yang mengelola lapak di kawasan Ujong Seukee bersama enam belas warung lainnya, mengaku sudah tiga puluh enam hari terakhir tidak memperoleh penghasilan.

Ia mengatakan, sejak kawasan itu terdampak banjir, aktivitas wisata praktis terhenti. “Dari 2019 lapak usaha itu Allah berikan rezeki untuk saya membiayai tujuh anak, tapi kini hanya bisa bergantung dari bantuan sembako,” ujar Hasnawi dengan tatapan kosong, Selasa (30/12/2025).

Hasnawi berharap dinas terkait segera melakukan penimbunan pada muara-muara baru yang terbentuk. Menurutnya, langkah tersebut penting agar air rob tidak kembali memasuki kawasan wisata dan permukiman warga di sekitarnya.

Selain penanganan muara, ia berharap peralatan usaha yang rusak dapat segera dibenahi agar para pedagang bisa kembali bekerja.

Keluhan serupa disampaikan Irfan, Keuchik Gampong Neubok Naleung, Kecamatan Peudada. Ia menyebutkan, di wilayahnya kini terdapat satu muara baru dengan lebar sekitar lima puluh meter. Dampaknya, akses menuju lokasi wisata Ujung Bate terisolir total.

“Saya berharap semoga segera dilakukan penimbunan dan dibangun satu unit jembatan darurat menuju ke lokasi, agar nadi ekonomi warga kembali berdenyut,” kata Irfan.

Previous articleBNPT Gagalkan 27 Rencana Teror Sepanjang 2025
Next articleMendikdasmen: 81 Persen Sekolah Terdampak Banjir Aceh Siap Gelar KBM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here