Home Khazanah Orang Dungan, Suku Hui yang Hijrah ke Asia Tengah

Orang Dungan, Suku Hui yang Hijrah ke Asia Tengah

Orang Dungan, Suku Hui yang Hijrah ke Asia Tengah
Foto: phmuseum.

Orang Dungan saat ini menetap di Asia Tengah. Mereka menetap di Kyrgyzstan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Orang Dungan merupakan keturunan Hui yang berasal dari China Daratan. Mereka mengungsi ke Asia Tengah akibat pemberontakan Panthay, yang dipicu oleh persaingan ekonomi, politik, dan agama antara Muslim Hui dan etnis Han di masa Dinasti Qing.

Mereka beragama Islam, berbahasa Mandarin, dan menulis menggunakan alfabet Kiril (alfabet Sirilik) yang sering digunakan untuk menulis enam bahasa Slavia Asli (Belarusia, Mekadonia, Bulgaria, Rusia, Serbia, dan Ukraina).

Orang Dungan mengungsi ke Asia Tengah saat perlawanan yang berlangsung antara 1820-1880. Mereka yang lari tidak sanggup lagi menahan derita akibat kekejaman Dinasti Qing yang memerangi Hui karena perbedaan agama.

Karena proses waktu, kini orang Dungan memiliki bahasa Dungan (dialek Tionghoa utara), yang masuk rumpun bahasa Sinitik

Budaya Dungan sangat unik dan sebagian menyebutkannya sebagai yang sangat jarang terjadi di dunia. Makanannya Cina, tradisinya Islam, budayanya dipengaruhi oleh Rusia dan Asia Tengah.

Beberapa makanan mereka seperti lagman (mi tarik), manty (dumpling), salad pedas khas Cina. Seluruh kuliner itu berstatus halal karena mereka Muslim.

Di Kyrgyzstan, terdapat beberapa desa yang bernuansa Cina. Arsitektur rumah khas Cina, kebun sayur tradisional, dan festival budaya tersendiri. Seolah-olah seperti potongan Tiongkok.

Baca juga: Singkil-Sibolga, Jejak Dusanak Pesisir yang Terpisah (1)

Meskipun telah ratusan tahun berada di Asia Tengah, orang Dungan tetap menjaga kelestarian budaya nenek moyangnya. Mereka tetap menjaga bahasa, makanan, dan agama Islam. Mereka hanya berpindah tempat, tapi tidak mengganti identitas.

Menurut penjelajah Abad-19 Henry Lansdell, etnis Dungan merupakan komunitas yang tidak mengonsumsi minuman keras, menjauhi opium, tidak merokok, dan tidak mengunyah tembakau.

Tubuh mereka sedang cenderung gemuk, memiliki dahi tinggi dan cenderung menonjol, alis tebal dan melengkung, mata agak cekung, dan pipi menonjol, wajah oval, mulut berukuran rata-rata, bibi tebal, gigi normal, rambut hitam dan halus. Janggut prianya tipis.

Mereka baik, tekun, ramah, pekerja keras. Bekerja sebagai petani, peternak, dan pedagang. Otoritas orangtua di rumah sangat dominan.

Suku Dungan masih mempertahankan tradisi Tiongkok yang telah hilang di Tiongkok modern. Praktik perkawinan tradisional masih tersebar luas dengan adanya mak comblang, perkawinan yang dilakukan oleh suku Dungan mirip dengan perkawinan Tiongkok pada abad ke-19, gaya rambut yang dikenakan oleh perempuan dan pakaian berasal dari Dinasti Qing.

Pakaian wanita Shaanxi masih bergaya Tiongkok, meskipun sebagian besar orang Dungan mengenakan pakaian Barat. Sumpit digunakan oleh orang Dungan. Masakan orang Dungan menyerupai masakan Tiongkok barat laut. Namun, karena mereka beragama Islam, mereka tidak mengonsumsi daging babi, salah satu daging yang paling populer dalam masakan Tiongkok, dan daging diperoleh sesuai dengan halal .

Jumlah mereka saat ini diperkirakan sekitar 150.000 jiwa. Umumnya tinggal di Kirgistan dan Kazakhstan. Orang lain menyebut mereka orang Dungan, tapi mereka menyebut dirinya orang Hui.

Di Asia Tengah mereka masih harus berjuang dari diskriminasi nasional. Sebagai minoritas yang datang dari balik gunung, Hui di negara-negara di bekas Uni Sovyet sampai saat terus berjuang dari diskriminasi.

Sumber: phmuseum, biro statistik Kirgistan, dan sumber independen lainnya.

Previous articleTIMPORA Bireuen Bahas Pemetaan Wilayah Rawan dan Aktivitas WNA
Next article677 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Bireuen Mulai Dibersihkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here