Korea Selatan Akan Luncurkan Pengorbit Bulan

Korea Pathfinder Lunar Orbiter, dijuluki Danuri, yang berarti
Korea Pathfinder Lunar Orbiter, dijuluki Danuri, yang berarti "menikmati Bulan", akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 SpaceX dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa AS Cape Canaveral Florida pada pukul 8:08 pagi pada hari Jumat, waktu setempat. Foto: KARI.

Komparatif.ID, Seoul – Korea Selatan akan meluncurkan pengorbit Bulan pertamanya pada hari Jumat, (5/8/2022). Peluncuran tersebut untuk menggandakan program luar angkasanya, yang bertujuan untuk mendaratkan wahana di Bulan pada tahun 2030.

Dilansir gmanetwork.com, Kementerian Sains Korea Selatan menyebutkan, Korea Pathfinder Lunar Orbiter, dijuluki Danuri, yang berarti “menikmati Bulan”, akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 SpaceX dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa AS Cape Canaveral Florida pada pukul 8:08 pagi pada hari Jumat, waktu setempat.

Peluncuran awalnya dijadwalkan Rabu lalu tetapi tertunda karena masalah pemeliharaan roket SpaceX.

“Danuri telah berhasil menyelesaikan semua persiapan selama sekitar satu bulan, dan saat ini dipasang di kendaraan peluncuran,” kata Kementerian Sains.

Jika berhasil, Korea Selatan akan menjadi penjelajah Bulan ketujuh di dunia, dan keempat di Asia, di belakang China, Jepang, dan India.

Peluncuran itu dilakukan saat Korea Selatan mempercepat program luar angkasanya, berusaha mengirim wahana ke Bulan pada tahun 2030 dan bergabung dengan sembilan negara yang mengerjakan proyek Artemis yang bertujuan untuk kembali ke bulan pada tahun 2024.

Pada bulan Juli, Korea Selatan berhasil mengadakan uji peluncuran kedua roket Nuri yang diproduksi di dalam negeri, dan melaporkan keberhasilan peluncuran roket luar angkasa berbahan bakar padat pertama pada bulan Maret sebagai bagian dari upaya untuk meluncurkan satelit mata-mata.

Danuri seberat 678 kg (1.495 lb) akan dipisahkan dari proyektil sekitar 40 menit setelah peluncuran, dan akan mulai berkomunikasi dengan stasiun bumi dalam waktu 60 menit.

Pengorbit akan memasuki orbit Bulan pada Desember sebelum memulai misi pengamatan selama setahun, termasuk mencari lokasi pendaratan dan menguji teknologi internet luar angkasa.

Peluncuran luar angkasa telah lama menjadi isu sensitif di semenanjung Korea, di mana Korea Utara menghadapi sanksi internasional atas program rudal balistik bersenjata nuklirnya.

Pada bulan Maret, Korea Utara menyerukan untuk memperluas situs peluncuran roket luar angkasanya untuk memajukan ambisi luar angkasanya, setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat menuduhnya menguji rudal balistik antarbenua baru.

Tentang KPLO
Korea Pathfinder Lunar Orbiter (KPLO) adalah misi Bulan pertama Korea Selatan. Proyek ini dikembangkan dan dikelola oleh Korea Aerospace Reasearch Institute (KARI) dan dijadwalkan diluncurkan pada 2019 untuk mengorbit Bulan selama 1 tahun dengan membawa serangkaian eksperimen Korea Selatan dan satu instrumen buatan AS.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan teknologi eksplorasi bulan asli, mendemonstrasikan “internet luar angkasa”, dan melakukan penyelidikan ilmiah tentang lingkungan Bulan, topografi, dan sumber daya, serta mengidentifikasi lokasi pendaratan potensial untuk misi masa depan.

Artikel SebelumnyaInfografis: Indeks Pembangunan Manusia Aceh Makin Baik
Artikel SelanjutnyaPj Bupati Pimpin Gotong Royong PNS di Lhoksukon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here