Komparatif.ID, Caracas- Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (10/7/2016) waktu setempat, total korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai 4.118 orang, sementara 16.740 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada akhir Juni lalu.
Selain korban tewas dan luka-luka, ribuan orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Meski tim penyelamat telah menghentikan operasi pencarian korban selamat, warga masih terus berupaya mencari anggota keluarga mereka yang belum ditemukan di antara puing-puing bangunan yang runtuh.
Bencana tersebut memperparah kondisi Venezuela yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan. Di tengah upaya penanganan dampak gempa, pemerintah sementara Venezuela berusaha mencari berbagai sumber pendanaan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Rabu (8/7) waktu setempat menyerukan pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri. Ia mengungkapkan telah mengirimkan surat kepada Raja Inggris Charles III untuk meminta pelepasan sekitar 30 ton cadangan emas Venezuela yang saat ini disimpan di Bank of England dan dibekukan sebagai dampak dari sanksi yang diberlakukan otoritas London.
Menurut Rodriguez, cadangan emas tersebut merupakan aset milik rakyat Venezuela yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses rekonstruksi pascagempa. Ia menilai pencairan aset tersebut akan membantu pemerintah memenuhi kebutuhan mendesak dalam penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak.
Baca juga: Korban Jiwa Gempa Kembar Venezuela Tembus 2.954 Orang
“Saya memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Raja Inggris agar emas yang disimpan di Bank of England dilepaskan,” kata Rodriguez dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (8/7) waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa emas tersebut merupakan milik rakyat Venezuela dan diperlukan untuk mengatasi dampak bencana gempa bumi yang melanda negara itu.
Di sisi lain, komunitas internasional juga mulai menggalang dukungan bagi Venezuela. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang mengupayakan pengumpulan dana pemulihan sebesar US$300 juta untuk membantu penanganan dampak bencana dan proses rekonstruksi di negara Amerika Selatan tersebut.
Selain itu, pemerintah Venezuela juga tengah bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) guna membuka blokir aset keuangan negara yang selama ini tidak dapat diakses. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam membiayai penanganan korban, pembangunan kembali infrastruktur, serta mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak dua gempa bumi dahsyat tersebut.













