Venezuela, Caracas— Jumlah korban meninggal akibat gempa kembar Venezuela terus bertambah. Berdasarkan perhitungan resmi terbaru yang dirilis pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai sedikitnya 2.954 jiwa.
Angka tersebut meningkat lebih dari 300 orang dibandingkan laporan pada Jumat, sementara lebih dari 16.500 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Selain korban meninggal dan luka, ribuan orang masih belum ditemukan setelah bencana yang terjadi pada akhir Juni tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50.000 orang masih berstatus hilang, meski pemerintah Venezuela belum mengeluarkan perkiraan resmi mengenai jumlah warga yang belum ditemukan.
Gempa kembar itu terjadi pada 24 Juni ketika dua guncangan berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela hanya dalam selang beberapa detik. Bencana tersebut dengan cepat menjadi salah satu gempa bumi paling mematikan yang pernah melanda kawasan Amerika Latin.
Wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah daerah pesisir La Guaira, yang berada di utara ibu kota Caracas. Kerusakan besar terjadi di kawasan tersebut akibat kuatnya guncangan yang disusul ratusan gempa susulan.
Hingga kini, pihak berwenang telah mencatat sebanyak 942 gempa susulan sejak gempa utama terjadi.
Seiring berjalannya waktu, operasi pencarian intensif terhadap korban selamat mulai diakhiri. Tim penyelamat internasional secara bertahap menghentikan operasi mereka karena masa kritis penyelamatan selama 72 jam setelah gempa telah lama terlewati.
Meski demikian, beberapa korban masih sempat ditemukan dalam keadaan hidup pada pekan ini. Namun, peluang untuk menemukan penyintas baru dinilai semakin kecil seiring berlalunya waktu.
Baca juga: 2 Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, 32 Meninggal dan Ribuan Dilaporkan Hilang
Menurut kantor berita AFP, sejumlah tim penanggulangan bencana internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan beberapa negara di Amerika Selatan, mulai mengurangi operasi penyelamatan mereka. Tim penyelamat dari Florida dan Virginia dijadwalkan kembali ke negara masing-masing pada akhir pekan ini.
Sementara itu, tim penyelamat dari Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles County juga telah mengakhiri penugasannya di Venezuela setelah operasi pencarian terakhir mereka tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan.
Sebagai penanda berakhirnya misi penyelamatan internasional, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyerahkan medali penghargaan kepada berbagai tim penyelamat internasional yang turut membantu proses pencarian korban.
Dalam keterangannya mengutip DW, Rodriguez menyampaikan Venezuela sedang menghadapi masa berkabung yang mendalam.
Ia mengatakan rakyat Venezuela masih diliputi kesedihan, sementara banyak keluarga tetap berharap orang-orang yang mereka cintai dapat ditemukan dalam keadaan selamat meski peluangnya semakin kecil.
“Venezuela sedang mengalami kesedihan mendalam yang mencengkeram rakyat kami, di mana keluarga masih menyimpan harapan untuk menemukan orang-orang terkasih mereka dalam keadaan hidup, orang-orang yang telah kehilangan segalanya,” ujar Rodriguez.













