Komparatif.ID, BANDA ACEH — Persoalan anak usia sekolah yang tidak lagi duduk di bangku pendidikan formal masih menjadi pekerjaan rumah besar di Aceh. Untuk merespons hal ini, Dinas Pendidikan Aceh menggulirkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai jalur alternatif bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) maupun lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan (dikenal dengan istilah LTMS), agar mereka tetap bisa menuntaskan jenjang SMA tanpa harus hadir setiap hari di ruang kelas konvensional.
Sekolah Induk dan Sekolah Mitra
SMA Negeri Modal Bangsa ditunjuk sebagai sekolah induk penyelenggara PJJ di Aceh mulai tahun ajaran 2026/2027, dan kini resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jalur tersebut. Program ini berjalan melalui kolaborasi dengan sejumlah sekolah mitra yang tersebar di beberapa kabupaten, yakni SMAN 1 Seulimuem di Aceh Besar, SMAN 6 Lhokseumawe, SMAN 1 Simpang Mamplam di Bireuen, dan SMAN 1 Gunung Meriah di Aceh Singkil.
Kepala SMA Negeri Modal Bangsa, Misra, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh wilayah Aceh. Proses belajar mengajar akan ditangani langsung oleh guru-guru terbaik dari sekolah induk, dengan dukungan tenaga pengajar dari sekolah-sekolah mitra. Ijazah yang diterbitkan bagi lulusan program ini pun disebutkan memiliki kedudukan hukum yang setara dengan ijazah dari jalur pendidikan reguler.
Wakil Kepala Bidang Humas, Mosa Mawardi, menambahkan bahwa kehadiran PJJ bukan sekadar solusi darurat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menekan angka ATS dan LTMS di Aceh sekaligus membangun kemandirian belajar dan literasi digital generasi muda.
Bagian dari Gerakan Nasional
Langkah Aceh ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang tengah mendorong PJJ sebagai instrumen utama untuk menjangkau ATS secara nasional. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa keberhasilan program semacam ini tidak cukup diukur dari jumlah anak yang mendaftar, tetapi juga dari seberapa banyak yang benar-benar bertahan hingga menyelesaikan pendidikannya.
Kemendikdasmen sendiri mencatat, angka ATS di jenjang pendidikan menengah secara nasional masih berkisar di atas satu juta anak, dengan penyebab yang beragam mulai dari keterbatasan biaya, harus bekerja, menikah di usia dini, hingga jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah. Kondisi semacam ini pula yang sebelumnya mendorong Dinas Pendidikan Aceh membuka kelas-kelas jarak jauh di daerah terpencil, seperti di kawasan pedalaman Aceh Selatan, agar anak-anak yang sempat putus sekolah tetap punya jalan untuk melanjutkan pendidikan menengah atas.
Ajakan bagi Anak dan Orang Tua
Pihak sekolah mengajak anak-anak usia sekolah menengah yang saat ini berstatus ATS maupun LTMS di Aceh untuk memanfaatkan kesempatan ini. Dengan skema pembelajaran yang lebih fleksibel, program PJJ diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mereka yang sempat tertinggal untuk kembali mendapatkan hak pendidikan secara layak dan setara, tanpa dipungut biaya tambahan.













