
Komparatif.ID, Bener Meriah— Jembatan Enang-Enang di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dipastikan tetap beroperasi setelah pemerintah memutuskan melakukan penguatan struktur sebagai langkah penanganan jangka pendek.
Keputusan tersebut diambil agar akses utama masyarakat tetap dapat digunakan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah penanganan, yakni memperlebar jalan alternatif Simpang Werlah, membangun jembatan permanen baru, serta memperkuat Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat difungsikan secara terbatas selama masa transisi.
Menurut Tito, keputusan untuk tetap mengoperasikan Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang masih bergantung pada jalur tersebut sebagai akses tercepat menuju pusat aktivitas. Apabila warga harus menggunakan jalur alternatif, jarak tempuh menjadi lebih jauh dan biaya transportasi ikut meningkat.
Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan aspek keselamatan. Untuk sementara waktu, kendaraan bertonase besar belum diperbolehkan melintasi jembatan hingga hasil kajian teknis selesai dilakukan.
“Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan,” kata Tito.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan pekerjaan perkuatan Jembatan Enang-Enang akan segera dimulai. Perbaikan difokuskan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan akibat bencana dengan menggunakan konstruksi beton siklop.
Baca juga: Safrizal Minta Informasi Penanganan Enang-Enang Disampaikan Terbuka kepada Warga
“Untuk Jembatan Enang-Enang, kami akan melakukan perkuatan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan. Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai,” ujar Zulkarnaini.
Selain penanganan jangka pendek, BPJN Aceh juga telah menyiapkan solusi permanen berupa pembangunan jembatan baru yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Enang-Enang. Jembatan tersebut direncanakan memiliki bentang sekitar 300 meter dan diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan Gayo.
Zulkarnaini menjelaskan penyempurnaan desain jembatan baru akan dilakukan sepanjang 2026, sedangkan pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis diselesaikan.
Pemerintah juga akan memperlebar jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter serta membangun jembatan permanen di jalur tersebut.
Langkah ini dilakukan agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama proses pembangunan jembatan baru berlangsung.
Selain itu, BPJN Aceh telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sejumlah jembatan permanen lainnya di kawasan terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah tersebut.












