Home News Daerah Jemaah Haji Tertua Aceh 101 Tahun, Termuda 15 Tahun

Jemaah Haji Tertua Aceh 101 Tahun, Termuda 15 Tahun

Pemerintah Pastikan Tak Ada Visa Haji Furoda Tahun Ini Jemaah Haji Aceh Mulai Masuk Asrama 5 Mei, Ini Tahapan Awalnya Jemaah Haji Tertua Aceh 101 Tahun, Termuda 15 Tahun
Ilustrasi. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Calon jemaah haji asal Aceh pada musim haji 1447 Hijriah/2026 menunjukkan rentang usia yang sangat beragam. Jemaah tertua tercatat berusia 101 tahun, sementara yang termuda berusia 15 tahun.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si, mengatakan jemaah tertua, Ramlah, asal Gampong Blang, Kota Langsa, tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 4.

Sementara itu, jemaah termuda, Muhammad Alfaruq Addawami, asal Uning Gelime, Kabupaten Bener Meriah, masuk dalam kloter 14.

“Tahun ini calon jemaah tertua yaitu 101 tahun dari Kota Langsa, dan termuda 15 tahun dari Bener Meriah,” ujar Arijal, dikutip Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perbedaan usia yang cukup jauh di antara jemaah haji Aceh mencerminkan keberagaman latar belakang usia masyarakat yang memiliki kesempatan dan kesiapan untuk menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Jemaah Haji Aceh Mulai Masuk Asrama 5 Mei, Ini Tahapan Awalnya

Ia menilai kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa ibadah haji tetap menjadi tujuan bagi berbagai kalangan usia, baik remaja maupun lanjut usia.

Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji asal Aceh pada tahun ini mencapai 5.426 orang. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan jemaah cadangan dalam jumlah cukup besar untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang batal berangkat.

“Kita siapkan cadangan sekitar 30 persen atau kisaran 1.500 orang supaya kalau ada yang meninggal dunia, sakit, atau menunda keberangkatan, kursi tidak kosong dan langsung diisi oleh cadangan,” kata Arijal.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah jemaah yang memutuskan menunda keberangkatan pada musim haji tahun ini. Penundaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan, meninggal dunia, hingga dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada akhir November tahun lalu. Selain itu, ada juga jemaah yang menunda keberangkatan karena alasan ekonomi.

“Ada yang menunda karena sakit, meninggal dunia, atau terdampak banjir. Ada juga karena alasan ekonomi. Semuanya kita ganti dengan jemaah cadangan,” ujarnya.

Previous articlePertamina Jawab Isu Kapal Gamsunoro Berawak India yang Tertahan di Hormuz
Next articleKalah 252 Kali Sejak 1988, K. Padmarajan Tak Kapok Ikut Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here