Harga Beras Naik Akibat Tata Kelola Buruk

Harga Beras Naik Akibat Tata Kelola Buruk, harga beras Bulog Aceh menyebut stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh hingga April 2024. Foto: Ilustrasi/Komparatif.ID
Bulog Aceh menyebut stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh hingga April 2024. Foto: Ilustrasi/Komparatif.ID

Komparatif.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyebut, kondisi harga beras naik dan menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah akibat kegagalan pemerintah dalam hal produksi beras, serta buruknya tata kelola beras dari hulu sampai ke hilir.

Dalam siaran bersama Radio Parlemen di DPR RI, Johan mengecam pernyataan Presiden Jokowi yang menyalahkan perubahan cuaca sebagai penyebab utama kenaikan harga beras.

“Kita menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi yang tidak bisa memberi solusi atas kenaikan harga beras bahkan hanya menyalahkan perubahan cuaca,” ujarnya pada Rabu (28/2/2024) lalu.

Johan mengakui penurunan produksi beras memang terjadi akibat perubahan iklim, tetapi menurutnya, hal tersebut tidak signifikan. Faktor yang lebih berpengaruh adalah laju alih fungsi lahan dari pertanian ke non-pertanian yang terus meningkat serta penurunan produktivitas padi dan beras akibat penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan.

Politisi Fraksi PKS itu juga menilai kebijakan impor beras selama ini merugikan petani dan masyarakat luas serta menyebabkan rusaknya kemandirian pangan nasional. Johan menyerukan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis beras ini.

Baca juga: Harga Beras Mahal Karena Orang Eropa Mulai Makan Nasi

“Bagi saya harus ada terobosan baru dari pemerintah untuk meningkatkan produksi beras,” lanjutnya.

Johan menekankan perlunya optimalisasi seluruh daerah produksi beras dengan dukungan anggaran yang besar untuk kebutuhan benih, pupuk, alsintan, dan irigasi yang prima sebagai langkah intensifikasi produksi.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola beras mulai dari harga, distribusi, manajemen stok, integrasi pasar beras, hingga konsumsi beras.

“Saya mendorong peningkatan produksi beras melalui penggunaan padi unggul bersertifikat untuk mendongkrak produktivitas dengan sistem budidaya yang lebih baik,” tambahnya.

Selain itu, Johan juga menyoroti kondisi pasar beras di Indonesia yang perlu diperbaiki agar harga bisa lebih stabil dan stok di pasaran tidak langka seperti sekarang. Ia menyarankan agar pola distribusi beras diperbaiki menjadi lebih efisien di seluruh wilayah Indonesia serta integrasi harga beras di pasaran.

Artikel SebelumnyaKhazanah Piasan Nanggroe 2024 Resmi Diluncurkan di Sabang
Artikel SelanjutnyaIzin BPR Aceh Utara Dicabut OJK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here