Home Politik Mahasiswa USK Kenalkan 4 Satwa Kunci TNGL Kepada Bocah Cut Langgien

Mahasiswa USK Kenalkan 4 Satwa Kunci TNGL Kepada Bocah Cut Langgien

Mahasiswa USK Kenalkan 4 Satwa Kunci TNGL Kepada Bocah Cut Langgien
Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala, Kelompok Reguler 11 Periode XXIX di Desa Cut Langgien, Kecamatan Banda Baru, Pidie . Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Meureudu— Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengenalkan empat satwa kunci Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) diperkenalkan kepada anak-anak di Desa Cut Langgien, Kecamatan Banda Baru, Pidie Jaya.

Selain mengenalkan satwa kunci TNGL, Mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala, Kelompok Reguler 11 Periode XXIX juga melatih para bocah membuat gelang manik pada Senin hingga Selasa, 13-14 Juli 2026.

Pada Senin, mahasiswa yang terdiri dari Ari Maulana (Ilmu Hukum), Aulia Angelie Putri (Pendidikan Dokter), Dina Syifa Rahma (Ilmu Keperawatan), Farras Aditya Mahasin (Pendidikan Geografi), Nadiaton (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Nobel Prodeo Insan (Kehutanan), dan Nayfa Fathia Namiko (Pendidikan Dokter), mengumpulkan anak-anak desa kemudian diajarkan cara membuat gelang manik-manik.

Puluhan anak-anak didampingi langsung oleh mahasiswa, duduk melingkar di atas lantai, kemudian satu persatu diajarkan cara merangkai gelang manik-manik.

Ketua Kelompok KKN, Ari Maulana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menumbuhkan kreativitas anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. “Pelatihan merangkai gelang merupakan upaya kami menggerakkan motoric halus anak-anak, yang nantinya bisa menumbuhkembangkan kesabaran, ketelitian, dan kreativitas,” kata Ari Maulana.

Baca juga: Safrizal ZA Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat USK Pascabencana

Pada hari kedua, mahasiswa memperkenalkan empat satwa kunci yang hidup di TNGL. Empat satwa kunci tersebut yaitu Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), Orangutan Sumatra (Pongo abelii), dan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Karena tidak mungkin menghadirkan empat satwa kunci secara langsung, maka metode yang ditempuh yaitu dengan lomba mewarnai gambar empat satwa kunci TNGL.

Diberikan kelir warna-warni, kertas bergambar, dan diberikan kesempatan mewarnai sketsa, tentu saja anak-anak yang berkumpul di Meunasat Cut Langgien, sangat antusias. Dengan cekatan tangan-tangan mungil itu menekan pencil cat ke atas kertas kemudian menariknya sesuai dengan sketsa dan daya khayal mereka.

Geuchik Gampong Cut Langien Muhammad Syahril, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN USK yang menghadirkan kegiatan edukatif dengan pendekatan yang menarik bagi anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN USK. Program seperti ini tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Previous articleBiosolar Langka, Sopir di Bireuen Rela Antre Berjam-jam demi Bisa Tetap Bekerja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here