Home News Daerah Hingga 3 Januari, Bantuan Lewat via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh

Hingga 3 Januari, Bantuan Lewat via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh

Hingga 3 Januari, Bantuan Via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh
Distribusi bantuan logistik via Udara menggunakan Heli MI 8 TA 22834 Kapasitas 2.000 kg ke Desa Blang Panu, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, Sabtu (3/1/2025). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah terus memaksimalkan distribusi bantuan logistik melalui jalur udara menyusul masih adanya sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh yang terisolir dan belum dapat diakses secara optimal melalui jalur darat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akses transportasi.

Hingga Sabtu, 3 Januari 2026, penyaluran logistik melalui jalur udara telah menjangkau 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Distribusi tersebut difokuskan pada desa-desa yang masih terisolir akibat putusnya akses darat, sehingga jalur udara menjadi satu-satunya opsi penyaluran bantuan dalam kondisi darurat saat ini.

Ketua Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M. Nasir, mengatakan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan titik koordinat desa terisolir yang tersebar di setiap kecamatan terdampak.

Menurutnya, pendataan koordinat menjadi dasar utama agar bantuan dapat dijatuhkan secara tepat sasaran.

“Berdasarkan laporan yang diterima posko hari ini, distribusi logistik via udara telah dilakukan ke 52 kecamatan. Distribusi tersebut disesuaikan dengan titik koordinat desa yang berada dalam masing-masing kecamatan. Dan hari ini distribusi masih terus dilakukan sesuai titik koordinat yang telah terdata,” kata M. Nasir, Minggu, (4/1/2025).

Baca juga: Mendikdasmen Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara Perdana Pascabanjir di Tamiang

M. Nasir menjelaskan bantuan logistik yang dikirim melalui jalur udara pada Sabtu mencakup wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.

“Pengiriman bantuan via udara difokuskan ke gampong-gampong yang masih terisolir akibat terputusnya akses darat,” ujarnya.

Selain memaksimalkan jalur udara, Pemerintah Aceh juga mengimbau pemerintah kabupaten dan kota untuk segera menyampaikan koordinat wilayah yang belum dapat diakses secara maksimal.

Informasi tersebut diperlukan agar proses distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

“Di saat yang sama, pemerintah masih terus berupaya membuka kembali akses darat agar arus bantuan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih,” kata M. Nasir.

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memaksimalkan distribusi logistik ke seluruh wilayah terdampak, baik daerah yang masih terisolir maupun wilayah yang aksesnya telah kembali terbuka, sebagai bagian dari upaya penanganan bencana secara menyeluruh.

Previous articleSeorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior
Next articleKronologi Tewasnya Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti yang Diduga Dianiaya Senior

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here