Home News Nasional Seorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior

Seorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior

Seorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior
Mendiang Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. Foto: Mistar.

Komparatif.ID, Nabire— Seorang prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya ketika bertugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Informasi meninggalnya prajurit Yonif 113/Jaya Sakti itu diterima pihak keluarga pada Rabu, 31 Desember 2025.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan anaknya diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang prajurit senior berpangkat Kopral Dua.

Dugaan tersebut diperoleh keluarga berdasarkan keterangan yang diterima dari rekan-rekan korban di lokasi penugasan. Saat itu, Pratu Farkhan disebut sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang sakit dan menggigil.

Menurut informasi yang diterima keluarga, korban kemudian disarankan oleh rekan-rekannya untuk berjemur guna menghangatkan badan. Namun, ketika berjemur tersebut, Pratu Farkhan diduga mendapatkan kekerasan dan hukuman fisik dari seniornya.

Kondisi korban dilaporkan semakin melemah hingga akhirnya dibawa ke bagian kesehatan. Meski telah mendapatkan penanganan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung direncanakan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Almarhum diketahui merupakan anggota Yonif 113/Jaya Sakti yang bermarkas di Bireuen, Aceh, satuan di bawah Komando Daerah Militer Iskandar Muda.

Baca juga: Prajurit Marinir Gugur Saat Latihan Terjun Payung HUT ke-80 TNI

Penjelasan Kadispenad Terkait Meinggalnya Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat mengatakan mengambil langkah cepat menindaklanjuti peristiwa tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono mengatakan terduga pelaku penganiayaan telah diamankan dan sedang menjalani proses penyelidikan oleh unsur komando terkait.

“Sejak awal kejadian, TNI AD langsung mengambil langkah cepat dan tegas. Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yan bersangkutan,” ujar Donny melansir Tempo, Minggu (4/1/2025).

Ia menegaskan kasus meninggalnya Pratu Farkhan masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta kejadian secara objektif dan transparan.

TNI AD, kata Donny, akan menegakkan proses hukum secara tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum maupun disiplin militer. Ia juga menekankan bahwa institusi tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, terlebih yang menyebabkan hilangnya nyawa prajurit.

Selain proses hukum, TNI AD juga melakukan pembinaan di satuan tempat almarhum bertugas serta memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

Previous articleAGPAII Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kluet Utara
Next articleHingga 3 Januari, Bantuan Lewat via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here