Home News Nasional Kronologi Tewasnya Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti yang Diduga Dianiaya Senior

Kronologi Tewasnya Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti yang Diduga Dianiaya Senior

Seorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior
Mendiang Pratu Farkhan Sauqi Marpaung. Foto: Mistar.

Komparatif.ID, Nabire— Seorang prajurit TNI Angkatan Darat dari Yonif 113/Jaya Sakti, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, meninggal dunia saat menjalankan tugas di Pos Sanepa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu, 31 Desember 2025.

Korban diduga meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya sesama prajurit di lokasi penugasan.

Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 WIT. Sebelumnya, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIT, prajurit Yonif 113/Jaya Sakti itu bersama personel Titik Kuat Sanepa melaksanakan kegiatan korve pembuatan tanggul pertahanan pos usai makan pagi. Sekitar pukul 12.00 WIT, korban beristirahat di dalam rumah dan tidur.

Pada pukul 13.30 WIT, korban diketahui berjemur di samping dapur pos jaga belakang. Saat itu, korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang menggigil dan merasa sakit. Seorang rekan kemudian memijat korban di sekitar pos penjagaan.

Tidak lama berselang, korban dipanggil oleh seorang prajurit senior berinisial K.F. Di area samping dapur, korban diperintahkan membungkuk dan dipukul satu kali di bagian punggung menggunakan kayu ranting kering.

Setelah itu terjadi adu argumen karena korban menyampaikan bahwa dirinya benar-benar dalam kondisi sakit.

Dalam situasi tersebut, korban diperintahkan mengambil sikap tobat dan diduga ditendang pada bagian dada sebelah kiri hingga terjatuh terlentang dan merintih.

Melihat kejadian itu, sejumlah prajurit lain segera melerai dan memisahkan keduanya, lalu mengangkat korban ke dalam rumah serta memanggil petugas kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama.

Baca juga: Seorang Prajurit Yonif 113/Jaya Sakti Tewas Dianiaya Senior

Petugas kesehatan pos melakukan berbagai tindakan medis, termasuk pemasangan oksigen dan infus, serta upaya resusitasi.

Komandan Titik Kuat Sanepa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas dan berkoordinasi dengan tim kesehatan satgas. Namun, sekitar pukul 14.15 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.

Pihak satuan telah mengamankan prajurit senior berinisial K.F. dan membawanya ke komando induk untuk pendalaman lebih lanjut. Sementara itu, keluarga korban menerima kabar duka pada hari yang sama.

Ayah korban, Zakaria Marpaung, menyampaikan informasi yang diterima keluarga menyebutkan anaknya sempat mengeluh sakit sebelum mengalami dugaan kekerasan fisik.

Jenazah Pratu Farkhan Sauqi Marpaung direncanakan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Almarhum merupakan prajurit Yonif 113/Jaya Sakti yang bermarkas di Bireuen, Aceh, di bawah Kodam Iskandar Muda.

Previous articleHingga 3 Januari, Bantuan Lewat via Udara Jangkau 52 Kecamatan di Aceh
Next articleBank Aceh Serahkan Rp642 Juta untuk Penanganan Banjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here