Home Kesehatan Aneurisma Aorta Abdominal: Pelebaran Pembuluh Darah Besar di Perut, Bisa Berakibat Fatal

Aneurisma Aorta Abdominal: Pelebaran Pembuluh Darah Besar di Perut, Bisa Berakibat Fatal

Aneurisma aorta abdominal
Aneurisma aorta abdominal . Ilustrasi disitat dari alomedika.com.

Aneurisma aorta abdominal adalah kondisi ketika pembuluh darah besar (aorta) di bagian perut melebar secara abnormal.

Aorta merupakan pembuluh darah utama dalam tubuh manusia, yang berfungsi mengalirkan darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Aorta memiliki dinding yang tebal, sehingga dapat mempertahankan bentuknya meskipun tekanan darah di dalamnya cukup tinggi.

Baca: Adolf Hitler Miliki Micropenis dan 1 Testis

Tetapi pada aneurisma aorta, kondisi dinding aorta melemah sehingga tidak dapat menahan tekanan darah di dalamnya, sehingga menyebabkan aorta mengalami pelebaran/penggelembungan. Pelebaran ini dapat terjadi secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala.

Apa saja penyebab/faktor resiko terjadinya aneurisma aorta abdominal

Belum diketahui secara pasti penyebab aneurisma aorta abdominal. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memicu pelemahan tersebut, yaitu:

  1. Pengerasan arteri (aterosklerosis)
  2. Penyakit peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis), seperti giant cell arteritis dan
    Takayasu arteritis
  3. Penyakit infeksi, seperti sifilis yang tidak diobati
  4. Cedera pada aorta
  5. Memiliki kebiasaan merokok
  6. Berusia di atas 65 tahun
  7. Menderita hipertensi
  8. Memiliki anggota keluarga yang menderita aneurisma aorta
  9. Berjenis kelamin pria
  10. Menderita penyakit aneurisma di pembuluh darah lain
  11. Menderita kelainan genetik, seperti sindrom Marfan

Apa Saja Tanda-tanda Aneurisma Aorta Perut (AAA)

Sensasi berdenyut atau berdenyut di perut, terutama di pusar, merupakan salah satu gejala yang paling khas. Denyut-denyut ini sering kali ditandai dengan sensasi detak jantung di perut.

Pasien aneurisma aorta abdominal mungkin mengalami nyeri menusuk di perut atau punggung bagian bawah. Ketidaknyamanan ini mungkin menetap atau hilang timbul.

Gejala aneurisma aorta abdominal lain yang tidak biasa dan terkadang tumpang tindih dengan gangguan lain termasuk mual, muntah, kurang nafsu makan, dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Ketidaknyamanan di perut yang dimulai secara tidak terduga dan memburuk merupakan indikasi bahwa AAA telah pecah. AAA yang pecah adalah keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian medis segera.

Rasa sakitnya sering kali ditandai dengan rasa sakit yang sangat parah, dan dapat diikuti dengan mual, muntah, dan pingsan.

Tubuh akan merespons stres akibat pecahnya aneurisma aorta abdominal dengan menjadi lembap, berkeringat, atau pucat. Karena detak jantungnya lebih cepat, penderita aneurisma aorta abdominal yang pecah mungkin mengalami jantung berdebar.

Aneurisma Aorta Abdominal (AAA) adalah kondisi di mana pembuluh darah utama di perut (aorta) mengalami pelebaran menjadi lebih besar dari ukuran normalnya. Jika dibiarkan, pelebaran pembuluh darah ini bisa pecah dan menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Diagnosis Aneurisma Aorta

Kebanyakan aneurisma aorta abdominal tidak bergejala, jadi penemuan kasus ini lebih banyak terjadi karena ketidaksengajaan, ketika melakukan pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check up, maupun ketika melakukan kontrol rutin untuk penyakit lain.

Bagi Anda yang memiliki faktor risiko atau merasakan gejala aneurisma aorta, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang aneurisma aorta, baik dengan melakukan USG, ekokardiografi, CT-scan, MRI, maupun angiografi.

Penanganan Aneurisma Aorta

Penanganan aneurisma aorta perlu disesuaikan dengan lokasi, ukuran, dan keparahan gejala yang Anda alami. Jika belum pecah atau tidak berisiko pecah, dokter akan memberikan penanganan untuk menjaga supaya ukuran aneurisma tidak makin besar.

Aneurisma yang berukuran kecil biasa akan ditangani dengan peresepan obat-obatan. Pengobatan aneurisma aorta ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah, menurunkan tekanan darah maupun kadar kolesterol.

Operasi aneurisma akan dilakukan untuk kasus yang berukuran besar, berisiko pecah, bahkan yang sudah pecah atau robek.

Tujuan operasi aneurisma adalah untuk menggantikan pembuluh darah aorta yang menggelembung, atau memperbaiki pembuluh darah yang pecah maupun robek.

Beberapa teknik operasi yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut ini:

  1. Operasi Terbuka

Operasi terbuka lebih sering dilakukan untuk menangani aneurisma aorta yang besar, bahkan yang telah pecah.

  1. EVAR

EVAR (endovascular aneurysm repair) atau teknik operasi minimal invasive, dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh, untuk memasang ring (stent) yang berguna memperkuat dinding pembuluh darah yang mengalami penggelembungan.

Komplikasi Aneurisma Aorta

Komplikasi aneurisma aorta yang paling sering terjadi adalah pecahnya aneurisma aorta. Tergantung lokasinya, aneurisma yang pecah bisa saja menyebabkan kematian. Namun, dengan pertolongan yang cepat dan tepat, pecahnya aneurisma aorta dapat disembuhkan.

Selain pecah, aneurisma aorta juga bisa mengalami robekan (diseksi aorta), yang memungkinkan darah masuk ke antara lapisan dinding aorta.

Kondisi ini akan membuat pembuluh darah menyempit dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Sayangnya, AAA sering kali berkembang tanpa gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memilikinya hingga terjadi komplikasi serius.

Bagaimana cara mendeteksinya?

Karena sering kali tidak menunjukkan gejala, aneurisma aorta abdominal biasanya ditemukan secara tidak sengaja melalui USG atau CT scan perut. Oleh sebab itu, skrining sangat dianjurkan bagi pria berusia 65 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki riwayat merokok atau faktor risiko lainnya.

Pencegahan adalah kunci

Meskipun aneurisma aorta tidak selalu bisa dicegah, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risikonya:

  • Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
  • Mengontrol tekanan darah agar tidak memberikan tekanan berlebih pada aorta.
  • Menjaga kadar kolesterol dengan pola makan sehat dan menghindari makanan berlemak.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan sejak dini, risiko komplikasi serius akibat aneurisma aorta dapat diminimalkan.

Previous article96 Ton Beras Dikirim ke Aceh Tengah dan Bener Meriah
Next articleBank Aceh Ingatkan Modus CoreTax File Pajak Palsu di WhatsApp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here