Wednesday, 21 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Wisata

Dispar Banda Aceh Kenalkan Situs Kapal KPLP sebagai Wisata Edukasi Tsunami

Disbudpar Banda Aceh Kenalkan Situs Kapal KPLP sebagai Wisata Edukasi Tsunami
Situs Kapal Patroli KPLP. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh– Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh mulai memperkenalkan Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP di Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi kebencanaan.

Situs ini menjadi lokasi terdamparnya dua kapal milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), yakni KN 328 dan KN Malahayati 430, yang terseret gelombang tsunami 26 Desember 2004 hingga berada di tengah permukiman warga.

Keberadaan kapal yang masih dapat dilihat langsung menjadi pengingat atas bencana yang melanda Aceh lebih dari dua dekade lalu. Kondisi kapal yang kini tampak miring menambah nilai historis situs ini sekaligus menggambarkan dahsyatnya peristiwa yang mengubah wajah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, S.T., M.Si, menilai situs tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata edukasi tsunami. Menurutnya, lokasi ini dapat melengkapi destinasi sejarah kebencanaan lain yang sudah lebih dulu dikenal di kota tersebut.

“Selain menjadi sarana pembelajaran, lokasi tersebut juga dapat memperkaya pilihan wisata bagi pengunjung yang datang ke Banda Aceh,” kata Rosdi dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).

Meski potensinya dinilai besar, pengembangan kawasan ini belum berjalan optimal. Salah satu kendala utama adalah akses masuk menuju lokasi. Hingga kini, proses pembebasan lahan pada area pintu masuk destinasi belum tuntas, sehingga pengelolaan dan penataan kawasan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan terus mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut. Rosdi menegaskan bahwa upaya itu dilakukan dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat yang berada di sekitar kawasan.

“Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya mencari solusi terbaik agar pengembangan situs bersejarah tersebut dapat berjalan sesuai rencana, sekaligus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat yang berada di sekitar kawasan,” ujarnya.

Baca juga: Menelusuri Sentral Telepon Belanda, Saksi Perang Aceh yang Kini Jadi Destinasi Sejarah

Dengan karakter sebagai situs sejarah sekaligus ruang belajar kebencanaan, lokasi ini dinilai punya daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat kapal yang terdampar, tetapi juga dapat memahami dampak tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Nilai edukasi inilah yang ingin diperkuat pemerintah daerah melalui pengembangan destinasi tersebut.

Ke depan, Situs Tsunami Kapal Patroli KPLP diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan berbasis sejarah dan mitigasi bencana. Pemerintah berharap situs ini mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota wisata edukasi tsunami yang dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, situs ini menawarkan sudut pandang berbeda dalam memahami sejarah tsunami Aceh. Di tengah rumah-rumah warga, dua kapal yang tak lagi berlayar itu tetap berdiri sebagai pengingat bahwa peristiwa 2004 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pelajaran yang perlu terus diingat.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *