Tuesday, 20 October 2026

Komparatif.ID

Situs Berita Aceh Inspirasi Indonesia

Daerah

Misi Dagang Aceh-Jawa Timur Catat Potensi Transaksi Rp1,079 Triliun

Misi Dagang Aceh-Jawa Timur Catat Potensi Transaksi Rp1,079 Triliun
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat potensi transaksi jual beli mencapai Rp1,079 triliun. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19/10/2026), mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi untuk membuka peluang perdagangan dan kerja sama investasi.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, menyambut baik pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia berharap pertemuan bisnis tidak berhenti pada transaksi perdagangan, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama di sektor lain, terutama pariwisata.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur, kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,” kata Dek Fadh.

Menurutnya, perluasan jaringan perdagangan antardaerah dapat membuka peluang lebih besar bagi komoditas unggulan Aceh untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Ia menyebut kopi Gayo dan nilam sebagai dua komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui jaringan perdagangan antardaerah.

Dek Fadh juga berharap posisi strategis Aceh sebagai salah satu pusat perdagangan internasional pada masa Sultan Iskandar Muda dapat kembali diperkuat melalui kerja sama perdagangan dan investasi dengan berbagai daerah.

Selain membahas perdagangan dan investasi, Dek Fadh menyampaikan kondisi Aceh dalam proses pembangunan pascabencana. Menurutnya, pembangunan terus berjalan meskipun kondisi ekonomi daerah masih menghadapi perlambatan.

Baca juga: Kopi Aceh Dilirik Pasar Eropa & Timteng, Mualem Minta Dikawal hingga Transaksi

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir pada akhir tahun. Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi pertama yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat Aceh ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang tersebut merupakan sarana untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Khofifah berharap kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti secara efektif sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari kedua daerah.

“Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,” ujar Khofifah.

Selain menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, Khofifah juga mengapresiasi peran sejarah masyarakat Aceh serta kepahlawanan Laksamana Malahayati dalam mempertahankan tanah air.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan misi dagang tersebut merupakan kegiatan ke-27 yang dilaksanakan dengan melibatkan pelaku usaha dari kedua provinsi. Dalam kegiatan kali ini, terdapat 109 pelaku usaha dari Aceh dan 40 pelaku usaha dari Jawa Timur.

Pertemuan bisnis tersebut menyasar berbagai produk yang dinilai saling melengkapi antara kebutuhan pasar Aceh dan Jawa Timur. Sektor yang menjadi perhatian meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, dan fesyen.

Selain pertemuan antara pelaku usaha, agenda misi dagang juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antardinas terkait.

Sejumlah kesepakatan dagang juga melibatkan organisasi dan asosiasi dunia usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gekrafs, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *