Komparatif.ID, Bireuen– Pasar tradisional di Kabupaten Bireuen mengalami kelangkaan berbagai produk sabun merek Wings dan sabun colek selama tiga bulan terakhir, terhitung sejak Maret hingga Mei 2026. Kondisi tersebut dirasakan oleh sejumlah pedagang yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan barang dari pemasok.
Rudi, Manajer Maylink yang berlokasi di Jalan Elak, Gampong Cot Tarom Tunong, Kecamatan Jeumpa, mengatakan kelangkaan produk merek Wings terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, pada Maret dan April 2026 tingkat kelangkaan masih berada di kisaran 50 persen, namun pada Mei meningkat hingga sekitar 70 persen.
“Sabun merek Wings kami perkirakan kelangkaan pada Maret dan April sekitar 50 persen, namun di bulan Mei sudah mencapai 70 persen, tapi sabun colek kosong total,” ujar Rudi, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga barang pada umumnya masih dapat ditoleransi apabila hanya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per item. Namun, ketika harga yang ditawarkan pemasok dinilai sudah tidak wajar, pihaknya memilih tidak melakukan pembelian.
Menurut Rudi, transaksi pembelian barang saat ini menggunakan sistem harga jual yang telah ditetapkan sehingga tidak ada ruang untuk melakukan tawar-menawar. Karena itu, pihaknya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian saat harga mengalami lonjakan.
Rudi juga mengaku sempat memperoleh sejumlah produk seperti So Soft, So Klin, dan Boom dari wilayah Beureunuen, Kabupaten Pidie, pada akhir Mei 2026. Barang-barang tersebut diperoleh saat dirinya berada di daerah tersebut. Namun, saat ini sebagian produk yang sebelumnya masih tersedia di sana juga mulai kosong.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, memasuki pekan pertama Juni 2026 kelangkaan produk serupa juga terjadi di Sigli. Bahkan, menurutnya, sejumlah pedagang dari Banda Aceh datang ke Sigli untuk mencari kebutuhan dagangan mereka, namun tidak seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.
Rudi mengatakan sekitar 60 persen barang yang dijual di tokonya merupakan produk merek Wings dari berbagai kategori kebutuhan rumah tangga. Karena itu, keterlambatan atau berkurangnya pasokan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan barang di rak penjualan.
“Kalau barang tersebut tidak masuk, rak-rak barang akan kosong,” katanya.
Baca juga: Sabun dari Ampas Kopi Karya Mahasiswa USK Dapat Pendanaan Kemendiktisaintek
Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di jaringan ritel modern. Bengi, Kepala Toko Alfamart di Jalan Negara Banda Aceh–Medan, Gampong Meunasah Blang, mengatakan stok sebagian besar produk merek Wings masih dalam kondisi aman.
Menurutnya, hanya sabun merek Clin yang sudah kosong selama lebih dari satu bulan. Adapun produk lain seperti Rinso, Royal, dan So Klin masih tersedia karena pasokan barang berlangsung secara rutin.
“Perusahaan kami bermitra langsung dengan perusahaan Wings jadi suplai kebutuhan aman dan terkendali,” ujar Bengi.
Ia menjelaskan, setiap item yang terjual akan langsung tercatat dalam sistem sehingga kebutuhan pengadaan barang dapat segera diketahui dan dipenuhi oleh pemasok.
Hal senada disampaikan Nursuci, Asisten Toko Alfamart di Jalan Pasar Ikan Lama, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Ia mengatakan stok berbagai produk merek Wings di tempatnya bekerja masih tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Nursuci bahkan menunjukkan sejumlah produk yang masih terpajang di rak penjualan, mulai dari Rinso cair, Rinso bubuk, pewangi pakaian, So Klin botol hingga popok bayi.
Menurutnya, sistem jaringan yang digunakan perusahaan memungkinkan ketersediaan barang terus dipantau sehingga pasokan dapat dilakukan saat stok mulai menipis.
Ia menyebutkan, sistem tersebut membuat kebutuhan barang rutin dapat segera diketahui oleh pengontrol dan langsung disuplai ketika diperlukan. Dengan mekanisme tersebut, ketersediaan produk di gerai tetap terjaga karena perusahaan menjalin kerja sama langsung dengan penyedia barang kebutuhan konsumen.













