Home News Internasional Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Besar Bila Kesepakatan Gagal Malam Ini

Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Besar Bila Kesepakatan Gagal Malam Ini

Trump Ultimatum Iran: Pengeboman Besar Bila Kesepakatan Gagal Malam Ini Perundingan AS-Iran Gagal, Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Celal Güneş/AA.

Komparatif.ID, Washington DC— Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan ancamannya untuk melancarkan operasi pengeboman besar-besaran terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama enam minggu.

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan media sosial Truth Social miliknya pada Selasa (7/4/2025) waktu setempat.

Trump memperingatkan Iran akan menghadapi kehancuran infrastruktur secara luas apabila tenggat waktu yang telah ditetapkan tidak dipenuhi. Ia menyebutkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di negara tersebut berpotensi dihancurkan jika tidak ada perkembangan dalam proses negosiasi hingga batas waktu yang ditentukan.

“Seluruh peradaban akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,” tulis Trump.

Ia juga mengatakan kemungkinan terjadinya perubahan besar dalam waktu singkat, sembari menambahkan situasi akan segera diketahui dalam waktu dekat.

Ia juga menegaskan batas waktu yang diberikan kepada Iran jatuh pada Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Meski menyampaikan ancaman keras, Trump mengatakan Washington saat ini tengah berhadapan dengan pihak Iran yang dinilai aktif dan bersedia bernegosiasi dengan itikad baik.

Ia juga menyebut adanya keterlibatan sejumlah negara lain yang membantu mendorong penyelesaian konflik tersebut.

Baca juga: Konflik Israel-Iran, dari Shadow War ke Perang Sesungguhnya

Selain isu negosiasi, Trump turut mengungkapkan detail mengenai operasi penyelamatan anggota militer Amerika Serikat yang hilang. Ia mengatakan misi tersebut melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pengebom, 64 jet tempur, serta 48 pesawat pengisian bahan bakar. Sebelumnya, sekitar 200 personel Pasukan Khusus disebut turut terlibat dalam operasi tersebut.

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) John Ratcliffe mengatakan pihaknya menjalankan kampanye penyesatan untuk membingungkan Iran, sekaligus memanfaatkan aset rahasia guna menemukan pilot yang hilang di wilayah pegunungan terpencil.

Trump menggambarkan operasi penyelamatan tersebut sebagai langkah berisiko tinggi yang tetap disetujuinya meski berpotensi menimbulkan korban besar.

Ia juga mengungkapkan bahwa dua pesawat besar yang digunakan dalam evakuasi sempat terjebak di pasir basah sehingga tidak dapat lepas landas. Untuk mencegah teknologi militer sensitif jatuh ke tangan Iran, pesawat tersebut akhirnya dihancurkan di lokasi.

Previous articlePemulihan Aceh Dikebut, Safrizal: Progres Terus Bergerak Meski Dinamis
Next articleLaporan Mengendap, 50 Pegawai Puskesmas Peudada Sambangi Dinkes Bireuen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here