Home News Daerah Satgas PRR Kebut Pembangunan 9.430 Unit Huntap di Aceh

Satgas PRR Kebut Pembangunan 9.430 Unit Huntap di Aceh

Satgas PRR Kebut Pembangunan 9.430 Unit Huntap di Aceh
Mendagri dan juga Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Jakarta— Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mempercepat realisasi pembangunan 9.430 unit huntap bagi penyintas bencana di Aceh.

Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari 2026, total hunian tetap (huntap) yang direncanakan dibangun di tiga provinsi terdampak bencana —Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, mencapai 17.969 unit.

Di Aceh, dari total 9.430 unit huntap yang direncanakan, sebanyak 104 unit saat ini dalam progres pembangunan. Sementara di Sumatera Utara, dari 4.493 unit yang ditargetkan, sebanyak 524 unit dalam tahap pembangunan. Jumlah ini meningkat dibandingkan pekan sebelumnya, yang tercatat 297 unit per 20 Februari.

Adapun di Sumatera Barat, dari 4.046 unit yang direncanakan, sebanyak 817 unit sedang dalam proses pembangunan. Capaian ini juga mengalami peningkatan dibandingkan data per 20 Februari yang mencatat 655 unit dalam progres.

Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Korban Banjir Sumatra

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat rapat koordinasi persiapan dan laporan pembangunan hunian tetap bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Tito yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menyampaikan pembangunan hunian tetap dilakukan melalui berbagai skema.

Sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Kementerian PKP, serta dukungan gotong royong dari berbagai pihak.

“Kecepatan membangun Huntap itu nomor satu adalah data dari pemda. Ini harus ditanya satu per satu warga ini. Pasti saya akan kejar bupati semua, gubernur saya pasti akan kejar penyiapan datanya,” kata Tito dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Previous articleDapur MBG Dapat Insentif Rp6 Juta/Hari, Total Rp1,8 Miliar per Tahun
Next articleProyek Mercusuar; dari KCIC ke MBG dan KDMP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here