
Komparatif.ID, Lhoksukon– Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (2/6/2026) sore. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan hunian sementara (huntara) yang ditempati korban bencana hidrometeorologi mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu berdampak pada sedikitnya 41 unit huntara yang tersebar di empat gampong, yakni Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Langkahan, dan Geudumbak. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Fauzan, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, total terdapat 41 unit huntara yang mengalami kerusakan akibat angin kencang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 unit di antaranya mengalami rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
“Berdasarkan data tercatat 41 unit huntara dilaporkan rusak, 12 di antaranya rusak berat, sementara sisanya bervariasi dari rusak sedang dan rusak ringan,” ujar Fauzan kepada Komparatif.ID, Rabu (3/6/2026).
Ia menyebutkan, jumlah kerusakan terbanyak terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk dengan total 26 unit huntara terdampak.
Baca juga: Kaposwil PPR Aceh Dampingi Mendagri Tinjau Huntara di Gayo
“Huntara paling banyak rusak di Gampong Rumoh Rayeuk, tercatat 26 unit huntara rusak,” katanya.
Fauzan menambahkan, kerusakan huntara tersebut telah dilaporkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera ditindaklanjuti.
Pemkab Aceh Utara berharap proses perbaikan dapat dilakukan dalam waktu dekat agar para penyintas bencana kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kerusakan huntara ini sudah kita laporkan ke BNPB untuk segera kita minta diperbaiki. Kita harap perbaikan huntara bisa dimulai secepatnya untuk memastikan penyintas bencana memiliki hunian layak,” ujarnya.
Sambil menunggu proses perbaikan, BPBD Aceh Utara akan menyalurkan kembali tenda darurat yang sebelumnya digunakan pada masa awal penanganan bencana.
“Untuk sementara, penghuni huntara yang rusak akan kita bagikan lagi tenda-tenda yang kita gunakan saat masa-masa awal bencana. Tenda-tenda tersebut kita bagikan sembari menunggu perbaikan huntara rampung,” kata Fauzan.












