Komparatif.ID, Banda Aceh– Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Malaka berhasil mengoptimalkan dua sumur di Wilayah Kerja (WK) A melalui pekerjaan workover. Dari pekerjaan tersebut, kedua sumur diperkirakan memiliki potensi tambahan produksi gas sekitar 7 MMSCFD.
Dua sumur yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut adalah Sumur JR-74 dan JR-38A.
BPMA menjelaskan kegiatan tersebut mencakup sejumlah tahapan teknis, mulai dari cement remediation, squeeze cementing, perforasi, pemasangan single selective completion, hingga swab well kick pada Formasi Upper Keutapang (UK-4) dan Upper Keutapang (UK-5).
Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, mengatakan hasil pekerjaan menunjukkan kedua zona tersebut berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang sangat baik.
“Berdasarkan evaluasi teknis, pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan produksi sekitar 5 MMSCFD,” ujar Ibnu Hafizh, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, tahapan berikutnya pada Sumur JR-74 adalah pelaksanaan well test untuk mengonfirmasi laju produksi dari masing-masing zona. Setelah itu, sumur akan dipersiapkan untuk memasuki tahap produksi.
Baca juga: BPMA Dorong Sumur Minyak Masyarakat Aceh Dikelola Lebih Aman dan Legal
Sementara itu, pekerjaan workover pada Sumur JR-38A juga menunjukkan hasil positif. Kegiatan yang dimulai pada 18 Juli 2026 tersebut diawali dengan pencabutan injection string eksisting, pembersihan dinding casing menggunakan casing scraper, serta pemasangan lower packer untuk mengisolasi zona injeksi.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan perforasi pada interval produksi Formasi BB Sand di kedalaman 2.122 hingga 2.133 ft MD menggunakan casing gun berdiameter 4,5 inci. Setelah perforasi, dipasang rangkaian Dual Completion yang memungkinkan zona produksi dan zona injeksi dioperasikan secara bersamaan melalui dua tubing terpisah.
Pada 30 Juli 2026, dilakukan injectivity test pada zona injeksi. Pengujian tersebut menghasilkan laju injeksi sebesar 3,2 bpm pada pumping pressure 1.000 psi atau setara sekitar 4.600 BWIPD.
Sehari setelahnya, pada 31 Juli 2026, dilakukan swab well kick pada Formasi BB Sand. Kegiatan tersebut berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan estimasi potensi produksi sekitar 2 MMSCFD.
Selanjutnya, well test campaign menggunakan well test unit secara rigless akan dilakukan untuk mengonfirmasi laju produksi gas pada Formasi BB Sand setelah rangkaian rig campaign di WK A selesai.
