Komparatif.ID, Jakarta— Muslim Armas kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) periode 2026-2030. Muslim terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) XXI Taman Iskandar Muda (TIM) yang digelar di Aula Masjid Baiturrahman, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Muslim yang merupakan calon petahana unggul dalam pemilihan kandidat tim formatur yang diikuti 36 calon. Dari pemilihan tersebut, tujuh calon dengan perolehan suara terbanyak ditetapkan sebagai formatur.
Muslim memperoleh 143 suara, sekaligus menjadi peraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua Umum PPTIM terpilih untuk masa bakti 2026-2030.
“Calon dengan suara terbanyak kita tetapkan sebagai ketua umum terpilih,” kata pemimpin sidang, Ridwan Idris.
Enam calon formatur lainnya adalah Saiful Bahri dengan 58 suara, Yusra Huda 43 suara, Iskandar Kasli 38 suara, Amiruddin Usman 36 suara, Zulkifli Ibrahim 32 suara, dan Yani Paripurna 30 suara.
Terpilih untuk kedua kalinya memimpin organisasi paguyuban masyarakat Aceh, Muslim mengajak warga TIM memperkuat kekompakan pada periode mendatang. Ia juga menekankan pentingnya pengkaderan dalam tubuh PPTIM.
Menurut Muslim, pengurus perlu memberikan ruang kepada kader lain untuk tampil dan mengambil peran dalam berbagai kegiatan organisasi. Hal tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan PPTIM.
“Jangan sampai nanti empat tahun lagi saya diminta kembali lagi untuk jadi ketua,” katanya.
Baca juga: Ismail Rasyid: HUT Ke-75 TIM jadi Ajang Diplomasi Kuliner & Budaya Aceh
Selain pengkaderan, Muslim meminta perhatian organisasi tidak hanya terpusat pada masyarakat Aceh di perantauan. Ia ingin PPTIM memperluas kegiatan hingga ke kampung halaman di Aceh, sejalan dengan visi PPTIM, yakni tajunjong nanggroe.
Menurutnya, sebagian masyarakat Aceh di perantauan telah memiliki kondisi yang relatif mapan, sementara masih banyak masyarakat di Aceh yang membutuhkan perhatian.
Muslim berharap pengurus PPTIM periode mendatang dapat bersama-sama menyusun program yang memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh di kampung halaman.
“Saya harap semua mendukung. Mari kita kembali ke kampung halaman kita untuk berbuat, untuk memberikan manfaat,” katanya.
Ia juga mengajak pengurus menjalankan tugas organisasi sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kita niatkan bahwa kita hadir di sini dalam rangka kita ibadah dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Tanpa itu rasanya percuma kita berpeluh-peluh, kita membuang waktu kalau tidak ada nilainya di mata Allah SWT,” tuturnya.
Mubes XXI TIM 2026 dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Dalam sambutannya, Riefky mengatakan TIM sebagai organisasi paguyuban masyarakat Aceh perlu terus berinovasi dan menjaga kekompakan masyarakat Aceh.
Riefky yang merupakan putra asal Bireuen, juga berharap TIM tidak hanya mempertahankan warisan dan nilai yang telah dibangun generasi sebelumnya, tetapi memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkembang.
“Memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk tumbuh, berkreasi, berinovasi, dan berani bermimpi besar,” kata Riefky.
Menurut Riefky, Mubes XXI TIM harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Marilah kita jadikan musyawarah besar ini sebagai momentum untuk memperbarui niat dalam membesarkan organisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Riefky yang juga anggota Majelis Mufakat Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda.
Riefky berharap persaudaraan masyarakat Aceh di perantauan semakin kokoh. Kekompakan tersebut, kata dia, penting untuk mendorong kemajuan Aceh sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Aceh bagi Indonesia.
“Semoga persaudaraan masyarakat Aceh di perantauan semakin kokoh, mewujudkan Aceh semakin maju dan Indonesia semakin kuat,” katanya.
