Komparatif.ID, Kuala Simpang— Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra gelar sosialisasi sosialisasi, pembuatan rambu evakuasi, serta penyusunan buku saku mitigasi sebagai panduan praktis bagi warga desa Dagang Setia, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diketuai Muhammad Daffa Z, S.T., M.M. bersama tim pengabdian. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan aparatur desa dan masyarakat setempat yang terdampak bencana banjir.
Melalui program ini, tim PKM Unsam merancang langkah mitigasi yang bertujuan membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara lebih terarah. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih sistematis terkait risiko bencana serta langkah-langkah penanggulangannya.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana serta belum optimalnya praktik mitigasi di tingkat lokal.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan evakuasi, kurangnya pemahaman jalur penyelamatan, serta meningkatnya risiko keselamatan masyarakat saat bencana terjadi.
Selain menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat aspek mitigasi di tingkat desa. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi kebencanaan, penyusunan buku saku mitigasi, serta pemasangan rambu jalur evakuasi banjir di titik-titik yang dinilai strategis.
Baca juga: Tim PKM Unsam Kembangkan Sistem Informasi Digital Data Warga Terdampak Bencana
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan sederhana, serta pendampingan kepada aparatur desa dan perwakilan masyarakat. Pada tahap sosialisasi, tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana dan pemanfaatan informasi mitigasi guna meningkatkan keselamatan warga.
Selanjutnya, pada tahap pelatihan, peserta diperkenalkan langsung dengan materi mitigasi yang telah disusun. Mereka diberikan kesempatan untuk memahami penggunaan buku saku, mengenali jalur evakuasi, serta memahami fungsi rambu yang telah dipasang di lingkungan mereka.
Selama kegiatan berlangsung, aparatur desa dan masyarakat terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme peserta cukup tinggi karena program tersebut dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana yang selama ini masih terbatas pemahamannya.
Dengan adanya kegiatan ini, proses evakuasi dan penyelamatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terarah. Program ini juga dinilai memberikan kemudahan bagi aparatur desa dalam mengoordinasikan masyarakat saat terjadi bencana.
Selain itu, manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir. Dengan pemahaman mitigasi yang lebih baik, proses evakuasi dan penanganan masyarakat terdampak diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Muhammad Daffa Z menyampaikan pemanfaatan edukasi dan penyediaan sarana mitigasi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana serta pemulihan pascabencana.













