
Komparatif.ID, Bireuen— Anggota DPRK Bireuen dari fraksi Partai Aceh (PA) Sufyannur alias Waled Yan memastikan tidak ada penimbunan bantuan di gudang BPBD seperti yang dituduhkan dua anggota DPRK fraksi PKB.
Waled Yan menjelaskan kehadirannya bersama sejumlah kolega ke gudang BPBD Bireuen beberapa waktu lalu bukan dalam rangka penggerebekan maupun inspeksi mendadak.
Kunjungan tersebut, kata dia, murni dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan stok bantuan serta proses distribusi logistik kepada korban banjir dan tanah longsor.
Sekretaris Komisi III DRPK itu mengatakan, saat rombongan DPRK Bireuen tiba di gudang BPBD, kondisi stok masih dalam keadaan aman dan mencukupi. Bahkan, pada waktu yang sama, proses pendistribusian bantuan ke sejumlah kecamatan terdampak bencana sedang berlangsung.
“Saat kami datang, Alhamdulillah stok bantuan di gudang masih sangat aman. Artinya jumlahnya banyak. Saat kami tiba, juga sedang berlangsung proses distribusi ke sejumlah kecamatan,” kata Waled Yan, Selasa (13/1/2026).
Politisi Partai Aceh itu menjelaskan, sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif, dirinya selama ini terus memantau kinerja BPBD Bireuen.
Baca juga: Petugas BPBD: Oknum DPRK Bireuen Jangan Fitnah Kami
Dalam penilaiannya, Pemerintah Kabupaten Bireuen mampu mendatangkan bantuan dalam jumlah besar untuk korban banjir dan tanah longsor, serta mendistribusikannya dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan penyaluran bantuan untuk korban bencana di Bireuen selama ini telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ditetapkan oleh BPBD. Selain melalui jalur distribusi pemerintah, penyaluran bantuan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga komunitas-komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Menurut Waled Yan, seyogyanya teman-temannya di DPRK bertindak dan berkata lebih arif, supaya tidak timbul kebingungan di tengah masyarakat.
“Kita di DPR tahukan betapa lelahnya petugas di gudang. Mereka bekerja di luar jam kerja. Dan mereka telah bekerja dengan baik. Jadi bila pun mengkritik, janganlah sampai melahirkan informasi yang membuat BPBD menjadi korban fitnah,” imbuhnya












