Komparatif.ID, Banda Aceh– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan informasi siaga bencana hidrometeorologi kepada Pemerintah Aceh.
Dalam surat yang diakses pada Komparatif.ID pada Kamis (12/2/2026), Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, menyampaikan adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin atau shearline dan konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut dinilai berpotensi menyebabkan angin kencang, banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya di sejumlah daerah di Aceh.
Disebutkan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3.000 kaki, terdapat pola siklonik di wilayah perairan barat Aceh yang mendukung terbentuknya belokan angin di wilayah Aceh.
Keberadaan shearline dan konvergensi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan secara signifikan di sepanjang wilayah terdampak.
Baca juga: Badai Siklon Tropis Senyar Landa Aceh dan Sumatera
BMKG membagi wilayah berpotensi bencana dalam dua periode waktu. Untuk periode 11 hingga 15 Februari, wilayah yang diprediksi memiliki potensi bencana meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kota Langsa, dan Pidie Jaya.
Sementara itu, pada periode 16 hingga 20 Februari, wilayah yang berpotensi terdampak adalah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Utara, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang.
Selain itu, terdapat 12 kabupaten dan kota yang dinilai memiliki potensi bencana berkelanjutan pada kedua periode, yakni mulai 11 hingga 20 Februari. Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Nagan Raya, Pidie, Simeulue, dan Subulussalam.
Peringatan dini ini disampaikan di tengah catatan peristiwa siklon tropis yang sebelumnya berdampak signifikan di wilayah Aceh. Siklon Tropis Senyar tersebut menghasilkan hujan ekstrem di Aceh dan mengakibatkan bencana banjir dahsyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 27 November 2025 lalu.













