
Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah Kota Banda Aceh bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil menggelar Selebrasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia (SEHATI) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD), Minggu (24/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye bersama jelang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia untuk mendorong Banda Aceh sebagai kota ramah anak melalui penguatan pengendalian produk tembakau di ruang publik.
Kegiatan yang diinisiasi The Aceh Institute bersama sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan itu diisi dengan edukasi kesehatan, kampanye kreatif, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Suasana CFD dimanfaatkan untuk menjangkau warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Banda Aceh, Said Fauzan mengatakan penguatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menegaskan KTR bukan sekadar aturan larangan, tetapi bentuk perlindungan hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih.
Menurutnya, persoalan rokok saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kebiasaan pribadi, tetapi telah menjadi tantangan sosial dan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
Baca juga: Bea Cukai Banda Aceh Amankan 101 Ribu Batang Rokok Ilegal Sepanjang Maret-April
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai fasilitas publik.
“KTR bukan semata-mata tentang larangan, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang sehat,” ujar Said Fauzan.
Koordinator kegiatan sekaligus Ketua YATTA, Mhd. Hafiz Daniel mengatakan SEHATI bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi deklarasi tanggung jawab bersama dalam mengawal kebijakan pengendalian rokok di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh.
Ia menyebut seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan aman dari paparan asap rokok.
Menurutnya, gerakan pengendalian rokok tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh CIMSA bersama Puskesmas Lueng Bata dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Kehadiran layanan kesehatan tersebut mendapat perhatian warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Melalui kegiatan SEHATI 2026, The Aceh Institute bersama organisasi mitra berharap Kota Banda Aceh dapat terus memperkuat komitmennya sebagai kota layak anak, terutama dalam membatasi akses dan paparan produk rokok bagi generasi muda.
SEHATI 2026 melibatkan berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Youth Action on Tactical Transformation (YATTA), Urban Sustainability Policy Institute (UPSI), Center for Indonesian Medical Student Activities Universitas Syiah Kuala (CIMSA USK), Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN A), serta Laboratorium IAN UIN Ar-Raniry.












