Komparatif.ID, Banda Aceh— Menjalankan puasa selama lebih dari 13 jam membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Pola makan saat sahur dan berbuka perlu diatur secara seimbang dengan memperhatikan kandungan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Asupan tersebut penting untuk menjaga kestabilan energi sepanjang hari. Masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak berlebih yang dapat memicu gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyampaikan menjaga pola hidup sehat selama Ramadan merupakan kunci agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap bugar.
Menurutnya, puasa tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan, melainkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
“Puasa bukan menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan. Justru Ramadan adalah momentum yang tepat untuk membentuk pola hidup sehat, mulai dari pengaturan asupan gizi, kecukupan cairan, hingga pengelolaan waktu istirahat,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Selain memperhatikan gizi seimbang, kecukupan cairan tubuh juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Pola minum yang dianjurkan adalah memenuhi kebutuhan air putih secara bertahap sejak waktu berbuka hingga sahur.
Baca juga: Kapan Doa Buka Puasa Dibaca?
Cara ini dinilai dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh serta mempertahankan konsentrasi selama beraktivitas di siang hari.
Wahyudi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas tidur dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan meskipun terjadi perubahan jam kegiatan harian. Ia menyebutkan, pengaturan waktu istirahat yang cukup akan membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan setelah berbuka dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh.
Bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit kronis lainnya, ia mengimbau agar terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memutuskan berpuasa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ibadah dapat dijalankan secara aman tanpa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.
Dengan penerapan pola makan seimbang, kecukupan cairan, serta pengaturan istirahat yang baik, masyarakat Kota Banda Aceh diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan sehat dan produktif. Ramadan pun menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.













