Home News Daerah Polisi Periksa 15 Saksi Pembakaran FP USK, Temukan Pecahan Diduga Molotov

Polisi Periksa 15 Saksi Pembakaran FP USK, Temukan Pecahan Diduga Molotov

Polisi Periksa 15 Saksi Pembakaran FP USK, Temukan Pecahan Diduga Molotov
Polresta Banda Aceh periksa 15 saksi dugaan pembakaran fasilitas di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Foto: Dok. Polresta Banda Aceh.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Polisi terus mendalami kasus dugaan pembakaran sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh yang terjadi pada Kamis (21/5) dini hari. Hingga kini, Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 15 saksi terkait insiden tersebut.

Selain memintai keterangan saksi, penyidik juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antara barang bukti yang ditemukan terdapat pecahan kaca yang diduga berasal dari bom molotov.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan pemeriksaan masih terus berlangsung dan jumlah saksi kemungkinan akan bertambah. Polisi juga akan melakukan uji laboratorium forensik terhadap sejumlah barang bukti yang diamankan dari tempat kejadian perkara.

“Sebanyak 15 saksi telah kita mintai keterangan terkait kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas lainnya yang ada di Fakultas Pertanian USK yang terjadi pada Kamis (21/5) dini hari lalu,” kata Kompol Dizha di Banda Aceh, Sabtu (23/5/2026).

Sebelumnya, kebakaran melanda sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian USK, mulai dari gedung, pos pengamanan, ruang laboratorium, hingga beberapa kendaraan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden tersebut diduga dipicu bentrokan antara mahasiswa Fakultas Pertanian dengan Fakultas Teknik di kampus setempat.

Dalam proses pemeriksaan, 13 mahasiswa yang dimintai keterangan turut didampingi Wakil Dekan Fakultas Teknik, Bambang Setiawan. Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi yang dibuat pihak Fakultas Pertanian dengan Nomor: LP/B/418/V/2026/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh tertanggal 21 Mei 2026.

Baca juga: FT & FP USK Terapkan Pembelajaran Daring Pascabentrok Mahasiswa

Selain memeriksa saksi, penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang diamankan di antaranya batu, kayu, sepeda motor dan mobil yang terbakar, serta pecahan kaca yang diduga berasal dari bom molotov.

Kompol Dizha menyebutkan proses penyidikan masih terus berjalan dan jumlah saksi yang diperiksa kemungkinan akan bertambah. Polisi juga akan melibatkan tim identifikasi serta melakukan uji laboratorium forensik terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

“Jadi saat ini kasus ini masih dalam proses penyidikan, dan total saksi yang diambil keterangan kemungkinan akan bertambah lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kebakaran serta memperjelas dugaan adanya unsur pembakaran dalam insiden tersebut.

Sementara itu, kerugian akibat kebakaran dan kerusakan fasilitas di Fakultas Pertanian USK diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka.

Previous articleCetak Laba, Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here