Home News Daerah 19 Gardu Induk di Aceh Kembali Menyala, PLN Kebut Pemulihan

19 Gardu Induk di Aceh Kembali Menyala, PLN Kebut Pemulihan

19 Gardu Induk di Aceh Kembali Menyala, PLN Masih Kebut Pemulihan
Petugas PLN melakukan briefing persiapan di GITET Bungo, Kabupaten Muara Bungo, Jambi sebelum melanjutkan pemulihan kelistrikan pascagangguan di Jambi pada Sabtu (23/5/2026). Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menjelaskan 19 dari 21 Gardu Induk di Aceh telah kembali bertegangang usai mengalamai gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, akibat cuaca buruk pada Jumat, 22 Mei 2026.

Hingga Sabtu, 23 Mei 2026, PLN menyebut sebagian besar infrastruktur kelistrikan utama di Aceh telah kembali beroperasi. Ratusan personel masih disiagakan di lapangan untuk mempercepat proses normalisasi pasokan listrik di sejumlah daerah yang terdampak.

“Saat ini tersisa dua Gardu Induk masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua dan GI Blangpidie. Sementara untuk GI Singkil sudah berhasil bertegangan dan saat ini sedang dalam proses pembebanan secara bertahap,” ujar General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, Sabtu (23/5/2026).

Pemulihan pasokan listrik juga berlangsung di Kota Banda Aceh. Saat ini suplai listrik di ibu kota Provinsi Aceh tersebut telah mencapai 61 Megawatt (MW) dari rata-rata beban pagi yang berkisar antara 80 hingga 90 MW.

Pasokan tersebut disuplai melalui Gardu Induk Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho yang telah kembali beroperasi untuk menopang kebutuhan listrik masyarakat.

Baca juga: Listrik Padam Serentak di Sumatra, Sebagian Wilayah Aceh Mulai Menyala

Selain mengandalkan gardu induk, PLN juga mengoperasikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh guna memperkuat sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

Beberapa PLTD yang telah beroperasi di antaranya PLTD Lueng Bata dengan kapasitas 7,7 MW, PLTD Ulee Kareng sebesar 12 MW, serta PLTD Krueng Raya sebesar 7 MW.

Tidak hanya di Banda Aceh, dukungan pembangkit juga dilakukan di daerah lain. PLTD Ayangan di Aceh Tengah serta PLTD Isolated di Kota Fajar turut memikul beban listrik sebesar 2,4 MW.

PLN mengatakan proses pemulihan masih terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh gardu induk dan sistem distribusi kembali normal sepenuhnya.

Ratusan personel yang diterjunkan tetap bersiaga untuk memastikan penanganan gangguan dapat dilakukan secepat mungkin dan pasokan listrik kepada masyarakat kembali stabil.

Previous articleListrik Padam Serentak di Sumatra, Sebagian Wilayah Aceh Mulai Menyala
Next articleCetak Laba, Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here