
Komparatif.ID, Bireuen— Proses tukar guling lahan rumah milik TNI AD dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah, akhirnya tuntas. Proses yang macet sejak tahun 2002, akhirnya tuntas pada Kammis, 7 Mei 2026.
Senyum bahagia Bupati Bireuen H. Mukhlis terlihat mekar. Dia dan Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, semringah kala bertemu di Pendopo Bupati Bireuen.
Setelah beramah tamah, Bupati Mukhlis dan Danrem 011/Lilawangsa, menandatangani prosesi serah terima sertifikat hibah lahan milik TNI AD yang bersisian langsung dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fauziah. Status lahan tersebut menggantung sejak 2002, setelah dilakukan ruislag yang kemudian tidak ada tindak lanjut.
Proses penyerahan sertifikat yang telah disetujui oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tersebut disaksikan oleh Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh. Luthfi Novriadi.
Setelah penandatangan surat penyerahan sertifikat lahan, Brigjen Ali Imran berpesan supaya Pemkab Bireuen segera merealisasi komitmennya membangun 60 unit rumah untuk prajurit TNI di lahan Makodim 0111.
“Saya berharap secara bertahap Bupati Bireuen merealisasikan komitmennya membangun 60 unit rumah untuk anggota TNI, dan langsung diberikan dalam bentuk hibah barang sesuai spek rumah TNI Angkatan Darat,” harap Brigjen Ali Imran.
Baca juga: Bupati Mukhlis Akhiri Penantian 17 Tahun Pembebasan Lahan Perluasan RSUD dr. Fauziah
Peristiwa penyerahan sertifikat lahan tersebut merupakan puncak dari persoalan panjang yang membelit, sejak komitmen ruislag disepakati pada 2002 dan TNI sudah mendapatkan lahan pengganti di Blangblahdeh, tapi proses pengosongan lahan yang diserahkan ke RSUD Fauziah tak kunjung tuntas.
Setelah dilantik menjadi Bupati Bireuen, H. Mukhlis langsung bergerilya ke sana kemari, membangun komunikasi intensif dengan para pihak, demi menuntaskan persoalan tersebut.
“Jangan sampai bupati ke depan juga harus dibebankan masalah ini. Harus kami tuntaskan secepatnya,” kata H. Mukhlis, tidak lama setelah dilantik menjadi Bupati Bireuen.
Berkat kegigihan dan kepedulian H. Mukhlis, akhirnya di masa kepemimpinan H. Mukhlis-Razuardi, persoalan tersebut tuntas. Kini, rencana pengembangan RSUD Fauziah akan semakin mudah dilakukan, karena tak lagi terkendala perihal lahan.












