Home News Daerah Pemerintah Alokasikan Rp270 Miliar Untuk Rehab 99 SMK di Aceh

Pemerintah Alokasikan Rp270 Miliar Untuk Rehab 99 SMK di Aceh

18.366 Kelompok Rentan Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Utara Pemerintah Alokasikan Rp270 Miliar Untuk Rehab 99 SMK di Aceh
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Banda Aceh— Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp270 miliar yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk rehabilitasi SMK yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Sebanyak 99 Sekolah Menengah Kejuruan terdampak bencana secara resmi telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan dana rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut akan segera dicairkan. Setelah pencairan, pekerjaan fisik di sekolah-sekolah penerima manfaat akan langsung dilaksanakan tanpa penundaan.

Ia menjelaskan pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan oleh kepala sekolah dengan melibatkan komite sekolah, sehingga pengelolaan kegiatan tetap berada di lingkungan satuan pendidikan.

Baca juga: Revitalisasi Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Aceh Rampung 2026

Untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, Murthalamuddin menegaskan seluruh tahapan pelaksanaan akan didampingi oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Pendampingan ini dimaksudkan agar pelaksanaan program berlangsung transparan dan akuntabel, sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan oleh kepala sekolah yang bekerja sama dengan komite sekolah, dan seluruh prosesnya akan didampingi oleh Aparat Penegak Hukum (APH) agar berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Secara nasional, Murthalamuddin mengungkapkan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana —Aceh, Sumut, Sumbat, mencapai Rp2,4 triliun.

Murthalamuddin optimis pada semester depan, sekolah-sekolah yang masuk kategori rehabilitasi ringan dan rehabilitasi sedang sudah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara normal.

Selain perbaikan bangunan, penyediaan sarana pendukung seperti mobiler juga menjadi bagian dari program ini. Sementara itu, untuk sekolah yang memerlukan relokasi atau penggantian bangunan, pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pada tahun depan.

“Kami sangat optimistis. Pada semester depan, sekolah-sekolah dengan kategori rehab ringan dan rehab sedang sudah dapat melaksanakan pembelajaran secara normal, termasuk penyediaan sarana pendukung seperti mobiler,” jelasnya.

Previous articleRevitalisasi Sekolah yang Rusak Akibat Bencana di Aceh Rampung 2026
Next articleDibekukan Sementara MSCI, Airlangga: Free Float Bakal Naik 2 Kali Lipat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here