Banda Aceh— Pemerintah Aceh menyerahkan proposal usulan penetapan Minyak Nilam Aceh sebagai komoditas Sistem Resi Gudang (SRG) kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan proposal tersebut telah diserahkan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
“Ini bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk melindungi dan sekaligus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani nilam,” kata Nurlis di Banda Aceh, Jumat (21/8/2026).
Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Teuku Adi Darma, untuk mengawal proses penetapan Minyak Nilam Aceh sebagai komoditas SRG.
Saat penyerahan proposal, Adi Darma didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Aceh, Marzuki. Dokumen proposal diterima langsung Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti, Diah Sandita Arisanti.
“Bapak Gubernur Mualem mengharapkan Bappebti segera menetapkan minyak nilam sebagai komoditas SRG. Ini menyangkut hajat hidup ribuan petani nilam di Aceh,” kata Adi Darma.
Menurut Adi Darma, minyak nilam merupakan komoditas unggulan Aceh. Ia mengatakan ekosistem nilam Aceh saat ini telah lengkap dan siap diintegrasikan ke dalam skema SRG.
“Instrumen ini sangat dinantikan petani dan para pelaku usaha sebagai penyangga utama ekonomi mereka. Inilah wujud tugas kita dalam melindungi petani melalui instrumen yang ada,” ujarnya.
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Mety Kusmayantie, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan khusus bagi ekosistem nilam Aceh.
Baca juga: Atasi Fluktuasi Harga Minyak Nilam, Pemerintah Aceh Siapkan SRG
Pendampingan itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Razma Agro Jayana sebagai Holding UMKM Nilam Aceh. Kementerian UMKM juga memfasilitasi penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Ini ibarat gayung bersambut, kami berharap program SRG ini dapat segera terealisasi,” kata Mety.
Kepala Divisi UMKM Bank Aceh Syariah, Ziaur Rahmah, mengatakan minyak nilam menjadi salah satu komoditas yang ditargetkan memperoleh pembiayaan dalam waktu dekat.
“Komoditas minyak nilam memang target pembiayaan dalam waktu dekat,” kata Ziaur. Sementara itu, Tim Mikro Business Group BSI Pusat, Irwan, menyatakan BSI mendukung program tersebut secara maksimal.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG Bappebti, Diah Sandita Arisanti, mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi yang dilakukan para pihak dalam pengembangan ekosistem nilam Aceh. Ia menegaskan komitmen Bappebti untuk mempercepat proses tersebut.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dijalankan,” kata Diah.
Penyerahan tersebut turut disaksikan Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok Kementerian UMKM RI, Mety Kusmayanti. Sejumlah pemangku kepentingan dalam ekosistem nilam Aceh juga hadir, di antaranya perwakilan Bank Aceh Syariah melalui Kepala Divisi UMKM Ziaur Rahmah, Dewan Pertimbangan Kadin Aceh Zubir Sahim, serta perwakilan Tim Mikro Business Group BSI Pusat, Irwan.
Selain itu, hadir Ketua Tim Pakar yang juga Wakil Rektor III Universitas Samudra, Dr. Nasruddin, perwakilan Direksi PT Pembangunan Aceh (PEMA) Muhammad Mulia, serta Direktur PT Razma Agro Jayana, Teungku Razuan, selaku pihak pemohon.
