BREAKING
Daerah

Bukan Cuma Durian, Stand Langkahan Bawa Kembali Cerita Banjir Aceh Utara

Bukan Cuma Durian, Stand Langkahan Bawa Kembali Cerita Banjir Aceh Utara
Pengunjung saat melihat foto bencana banjir banjir yang melanda Aceh Utara pada November 2025 lalu. Foto itu dipajang di stand Kecamatan Langkahan pada Milad ke-800 Samudera Pasai dan HUT Aceh Utara 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing. Foto: HO for Komparatif.ID.

Komparatif.ID, Lhoksukon— Ada yang menarik perhatian di tengah ramainya ajang Expo Pembangunan Aceh Utara dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai dan HUT Aceh Utara 2026.

Stand Kecamatan Langkahan tidak hanya menawarkan komoditas unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan kembali dokumentasi bencana banjir yang melanda sembilan bulan lalu.

Stand yang berada di Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, Lapangan Landing, Lhoksukon, itu menjadi salah satu perhatian pengunjung sejak hari pertama pembukaan pameran rakyat Piasan Pase 2026.

Di satu sisi, aroma durian dari perkebunan menarik pengunjung untuk datang dan mencicipi. Di sisi lain, deretan foto dokumentasi banjir yang dipajang di dinding stand membuat pengunjung mengingat kembali situasi saat bencana melanda.

Buah durian yang dipamerkan merupakan hasil panen dari perkebunan warga di kawasan perbukitan Langkahan. Durian tersebut dikenal memiliki rasa manis dan legit dengan daging buah yang tebal.

Kehadiran komoditas itu sekaligus menjadi upaya memperkenalkan potensi pertanian dan agrowisata kepada masyarakat yang datang ke Expo Pembangunan.

Namun, perhatian pengunjung tidak hanya tertuju pada durian. Di sudut stand, foto-foto dokumentasi memperlihatkan berbagai situasi ketika banjir melanda Kecamatan Langkahan.

Baca juga: Menyoal Hari Jadi Aceh Utara, Benarkah Kesultanan Samudera Pasai 800 Tahun?

Foto tersebut menggambarkan wilayah yang tergenang, perjuangan masyarakat menghadapi bencana, hingga kesiapsiagaan pemerintah bersama unsur TNI/Polri dan relawan dalam mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan selama masa tanggap darurat.

Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, S.STP., M.A.P., mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi sekaligus menggambarkan kondisi yang dihadapi masyarakat Langkahan.

“Kami sengaja membawa komoditi durian andalan Langkahan ke pameran ini untuk menunjukkan potensi ekonomi kami. Di sisi lain, lewat pameran foto banjir ini, kami ingin memperlihatkan realita tantangan geografis yang kami hadapi sekaligus bukti ketangguhan, solidaritas, dan bangkitnya masyarakat Langkahan pasca-bencana,” ujar T. Reza Ichwan saat menyambut pengunjung di stand, Kamis (10/9/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat dari pengunjung yang datang untuk mencicipi durian sekaligus melihat foto-foto dokumentasi banjir. Konsep tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pengunjung karena mempertemukan potensi ekonomi masyarakat dengan catatan perjalanan mereka menghadapi bencana.

Keikutsertaan Kecamatan Langkahan dalam Expo Pembangunan juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan terhadap komoditas durian lokal. T. Reza berharap potensi agrowisata durian di wilayahnya mendapat perhatian lebih luas sehingga dapat memberikan manfaat bagi perekonomian petani.

Selain pengembangan ekonomi, dokumentasi banjir yang ditampilkan juga menjadi pengingat wilayah Langkahan memiliki tantangan geografis yang perlu terus dihadapi. Pengalaman bencana menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan dan perekonomian setelah bencana.

Ajang Milad ke-800 Samudera Pasai yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayah Wa itu akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil pembangunan dan potensi daerah. Bagi Langkahan, pameran tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat berusaha bangkit setelah menghadapi bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *