Komparatif.ID, Bireuen— Camat Kota Juang Saifuddin, S.K.M., M.Kes optimistis areal persawahan yang terdampak bencana di wilayahnya dapat kembali berfungsi jika ketersediaan air kembali normal.
Untuk mendukung aktivitas pertanian kembali berjalan, Saifuddin mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengetahui kebutuhan petani sekaligus mendukung pemulihan lahan persawahan yang terdampak.
Sebelum melakukan koordinasi lintas sektor, ia berencana menggelar pertemuan di tingkat kecamatan bersama Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Juang.
“Saya baru menjabat sebagai Camat Kota Juang dua bulan lebih, masih melakukan penyesuaian. Namun untuk pemenuhan kebutuhan warga petani sawah akan segera saya lakukan koordinasi dengan lintas sektor,” ujar Saifuddin, Rabu (9/9/2026).
Menurut Saifuddin, kondisi petani sawah saat ini cukup berat karena sebagian besar tidak lagi memiliki modal untuk kembali menggarap lahan. Pada akhir 2025, petani mengalami gagal panen setelah banjir merendam seluruh areal persawahan.
Baca juga: 1.696 Hektare Sawah Terdampak di Bireuen Kembali Ditanami Padi
Memasuki awal 2026, petani juga belum dapat kembali bercocok tanam karena ketersediaan air belum tersedia. Kondisi tersebut berkaitan dengan jaringan irigasi yang masih dalam proses perbaikan.
Tidak berfungsinya areal persawahan dalam waktu yang cukup panjang turut berdampak pada kondisi ekonomi petani. Saifuddin menyebut banyak petani akhirnya terlilit utang karena kehilangan hasil panen dan tidak memiliki modal untuk memulai kembali usaha pertanian.
Karena itu, menurutnya, dukungan terhadap kebutuhan dasar pertanian menjadi penting agar petani dapat kembali menggarap sawah tanpa harus menambah beban utang.
“Untuk bangkit kembali, para petani sawah membutuhkan bantuan bajak, pupuk, obat semprot dan benih padi. Jika tidak, mereka terpaksa harus berutang,” tutupnya.
