
Komparatif.ID, Bireuen— Peringatan Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-53 dipusatkan di Kampus Universitas Islam Kebangsaan Aceh, Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Senin (5/12/2025).
Kegiatan nasional tersebut dihadiri langsung Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono bersama jajaran pengurus pusat dan daerah, serta kader partai dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Muhamad Mardiono menekankan Aceh harus dijadikan sebagai role model nasional dalam menghadapi bencana. Ia menyampaikan Aceh telah teruji oleh berbagai peristiwa besar dan mampu bangkit dengan tetap menjaga persatuan serta kebersamaan masyarakatnya.
“Allah SWT menguji masyarakat Aceh dengan konflik bersenjata dan musibah tsunami 2024, tapi terbukti mampu bangkit kembali dari keterpurukan,” ujar Mardiono di hadapan peserta harlah.
Mardiono menjelaskan, pengalaman Aceh tersebut menjadi dasar penetapan tema peringatan Harlah ke-53 PPP, yakni “Merawat Persatuan dan Meneguhkan Perjuangan Ummat”.
Menurutnya, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat, terutama ketika berada dalam situasi bencana.
Baca juga: Menkum Teken SK Kepengurusan PPP, Mardiono Sah Jadi Ketua Umum
Ia menilai nilai persatuan harus terus dikedepankan agar keberagaman suku bangsa dan agama dapat disatukan melalui toleransi.
Ia juga menyinggung kondisi global dengan menyebutkan pada 2025 terjadi seratus empat belas konflik di berbagai belahan dunia, baik konflik bersenjata, perang saudara, maupun tekanan geopolitik berkepanjangan.
Konflik-konflik tersebut, kata Mardiono, kerap berujung pada perpecahan, penderitaan rakyat, hancurnya peradaban, hingga hilangnya masa depan generasi penerus.
Pemilihan Aceh sebagai lokasi harlah nasional, lanjut Mardiono, juga dilatarbelakangi oleh kondisi daerah yang baru saja dilanda bencana banjir.
PPP, kata dia, ingin berkontribusi langsung membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. “Dalam harlah di Aceh ini, kami instruksikan kader ikut turun langsung ke lapangan guna membantu percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” kata Mardiono.
Ia menambahkan, sekitar 200 kader PPP telah disiapkan untuk terlibat langsung dalam upaya pemulihan bencana. Perayaan harlah tahun ini diarahkan untuk lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dengan mengirimkan relawan serta bantuan logistik secara masif ke titik-titik terdampak di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Langkah tersebut, menurutnya, juga ditujukan untuk membantu memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, termasuk melalui pelibatan sektor transportasi logistik dalam pembangunan jembatan darurat.












