Komparatif.ID, Banda Aceh— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi year on year pada Februari 2026 sebesar 6,94 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan secara umum, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 6,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 113,96.
Di Kabupaten Aceh Tengah, IHK tercatat sebesar 117,24, sedangkan Kabupaten Aceh Tamiang memiliki IHK sebesar 114,12.
Berdasarkan pemantauan BPS Provinsi Aceh di lima kabupaten dan kota, inflasi tersebut menunjukkan kenaikan IHK dari 106,56 pada Februari 2025 menjadi 113,96 pada Februari 2026.
Agus menjelaskan inflasi year on year terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 5,82 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik 2,22 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 16,98 persen.
Baca juga: Aceh Alami Inflasi Tahunan Tertinggi di Indonesia, Capai 6,69 Persen
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,98 persen. Kelompok kesehatan meningkat 2,81 persen, transportasi 0,56 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,50 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,64 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 8,86 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,43 persen.
Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen.
Tingkat deflasi month to month pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,24 persen, sementara deflasi year to date sebesar 0,38 persen. Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan, meskipun secara bulanan terjadi deflasi.
Sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi year on year antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin, tomat, Sigaret Kretek Tangan, ikan bandeng atau ikan bolu, serta udang basah.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi year on year di antaranya cabai merah, cabai rawit, bensin, kentang, cabai hijau, wortel, bawang putih, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Pertama, dan kangkung.
Pada Februari 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi year on year adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,37 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,23 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,07 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran memberikan andil sebesar 0,95 persen, sementara kelompok lainnya memberikan sumbangan relatif kecil terhadap pembentukan inflasi tahunan di Aceh.













