Komparatif.ID, Jakarta— PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non subsidi untuk tiga produk pada 18 April 2026. Penyesuaian tersebut mencakup Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53).
Meski demikian, Pertamina memutuskan untuk tidak mengubah harga Pertamax (RON 92) serta BBM subsidi, yakni Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi (CN 48).
Berdasarkan informasi dari kanal resmi MyPertamina yang dikutip pada Senin, 20 April 2026, harga Pertamax Rp12.600 per liter, lebih tinggi Rp300 dibandingkan harga di pulau Jawa yang dipatok Rp12.300 per liter.
Sementara itu, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi berada di level Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia.
Kenaikan signifikan justru terjadi pada produk BBM non subsidi dengan nilai oktan dan cetane lebih tinggi.
Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik Hari Ini, Pertalite & Pertamax Tetap Stabil
Harga Pertamax Turbo di Aceh melonjak sebesar Rp6.750, dari sebelumnya Rp13.100 per liter menjadi Rp19.850 per liter. Lonjakan serupa juga terjadi pada Dexlite yang naik jadi Rp24.150 per liter, lebih tinggi dibandingkan harga di pulau Jawa Rp23.600 per liter.
Adapun harga BBM jenis Pertamina Dex di Aceh mengalami kenaikan menjadi Rp24.450 per liter.
Keputusan untuk menahan harga Pertamax serta BBM subsidi dinilai sebagai langkah untuk memberikan stabilitas di tengah fluktuasi harga energi global.
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari sebelum penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan.
Menurut Bahlil, stabilitas harga BBM subsidi didukung oleh kondisi stok energi nasional yang masih berada di atas batas minimum. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan energi, baik untuk jenis gasoline maupun gasoil, dalam kondisi aman sehingga tidak ada urgensi untuk menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
“Sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun, Insya Allah sampai selama-lamanya ya,” ujar Bahlil di Istana Negara.













