
Komparatif.ID, Bireuen— Gampong Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, mengalihkan penggunaan Dana Desa untuk membantu kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir.
Bantuan berupa masing sepuluh kilogram beras, satu liter minyak goreng, dan satu papan telur disalurkan kepada seratus sembilan kepala keluarga pada Jumat, (5/12/2025).
Keuchik Gampong Alue Gandai, Adahari, mengatakan kondisi warganya belum kembali normal pasca hujan lebat yang berlangsung selama lima hari berturut-turut. Dampak banjir tersebut menyebabkan longsor di jalur Keude Alue Rheng–Alue Kuta.
Saat ini, jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh satu unit kendaraan roda dua. Sementara sisi lainnya amblas dan belum dapat dipastikan kapan dapat diperbaiki.
Ia menjelaskan, selain akses jalan yang terputus, persoalan ekonomi warga semakin berat karena sejumlah hasil kebun seperti pisang, kelapa, coklat, dan kelapa sawit belum laku dijual di pasar.
Kondisi diperparah dengan sawah warga yang gagal panen. Di saat bersamaan, harga sejumlah kebutuhan pokok meningkat, sementara Bahan Bakar Minyak (BBM) sulit didapat.
Adahari menyebutkan situasi tersebut membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Menurutnya, keputusan mengalihkan anggaran program desa menjadi bantuan bahan pokok merupakan langkah darurat untuk memastikan warga tidak kekurangan makanan dalam masa sulit.
Baca juga: Harga LPG 12 Kg di Pidie Tembus Rp350 Ribu
“Hari-hari biasa saja kehidupan warga kami susah, apalagi saat keadaan darurat bencana seperti ini. Lain lagi kondisi anak yatim, janda lansia, dan warga yang mengalami penyakit menahun,” ujar Adahari.
Ia menjelaskan keputusan ini diambil bersama perangkat gampong, Lembaga Tuha Peut, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Adahari berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat hingga kondisi kembali stabil dan akses jalan dapat digunakan seperti biasa.
Cut Rajadin, Peutuha Tuha Peut Gampong Alue Gandai, mendukung penuh kebijakan itu. Ia menyebut bantuan tersebut penting karena kondisi warga sangat membutuhkan dukungan pemerintah desa.
Ia berharap langkah tersebut dapat membantu warga bertahan di tengah situasi sulit.
“Karena kami belum sanggup memberikan bantuan sebanyak itu secara pribadi, maka kami harap dengan kebijakan ini akan membantu meringankan kewajiban semua warga di gampong,” katanya.
Sementara itu, Razali Alamsyah, salah seorang warga penerima bantuan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia mengaku belum bisa bekerja karena akses dan kondisi ekonomi yang belum pulih.
“Saat kami berbagi cerita di warung kopi, semua mengatakan susah. BBM langka, barang tidak laku, sementara anak-anak di rumah belum mau tahu kondisi yang sedang terjadi,” ungkapnya.












