
Komparatif.ID, Jakarta— Nama Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) masuk dalam bursa calon presiden 2029 berdasarkan hasil survei elektabilitas terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI).
Dalam survei tersebut, Mualem mencatatkan tingkat elektabilitas sebesar 3,1 persen, lebih tinggi dibandingkan eks calon Wakil Presiden Sandiaga Uno 3 persen, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 1,9 persen.
Elektabilitas Mualem berada tepat di bawah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang meraih 3,8 persen dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan 4,9 persen, serta di atas eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memperoleh 1,6 persen.
Hasil ini menunjukkan nama Mualem mulai masuk dalam radar nasional dan menjadi bagian dari peta awal elektabilitas menuju Pilpres 2029.
Peneliti IPI Abdan Sakura menjelaskan, munculnya sejumlah nama baru dalam bursa bakal calon presiden 2029, termasuk gubernur dan menteri aktif, tidak terlepas dari berbagai faktor yang memengaruhi persepsi publik.
Faktor-faktor tersebut antara lain kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, eksposur media, integritas, serta visi dan program kerja yang dinilai publik. Figur kepala daerah dinilai mulai mendapat ruang di tengah pemilih yang semakin rasional dan mempertimbangkan konteks kepemimpinan.

Abdan menyebutkan meski elektabilitas beberapa tokoh masih berada pada angka moderat, hal tersebut menunjukkan adanya potensi dinamika politik baru.
Baca juga: Mualem Kirim Salam ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda, Bunda Salma Tertawa
Kondisi ini dapat berkembang seiring perubahan peta koalisi, munculnya isu strategis nasional, atau absennya figur utama dalam kontestasi mendatang. Ia juga menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi menjadi jaminan tingginya elektabilitas.
“Namun, jarak antara tingkat kelayakan yang tinggi dan elektabilitas yang relatif moderat mengindikasikan satu hal penting, publik mengenal dan menilai, tetapi belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan,” ucap Abdan melansir Antara, Selasa (10/2/2026).
Dalam hasil survei tersebut, puncak elektabilitas masih dikuasai Presiden Prabowo Subianto dengan 22,3 persen, disusul Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 12,2 persen dan Ganjar Pranowo dengan 9 persen.
Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan 8,5 persen, sementara Pramono Anung dan Dedi Mulyadi masing-masing mencatatkan elektabilitas 7,8 persen dan 7,9 persen.
Survei IPI dilaksanakan pada 30 Januari hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden berusia 17 hingga 65 tahun yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.












