
Komparatif.ID, Sigli— Pemerintah Kabupaten Pidie merampungkan rangkaian prosesi antar tugas dan serah terima jabatan (sertijab) 11 camat di wilayah tersebut. Agenda yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (27–28 April 2026), dilaksanakan dengan membagi tim menjadi tiga kelompok guna memastikan proses transisi kepemimpinan di tingkat kecamatan berjalan efektif.
Kegiatan penyegaran organisasi ini dipimpin langsung Bupati Pidie Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati Alzaizi dan Sekretaris Daerah Drs. Samsul Azhar. Ketiganya turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk mengawal jalannya sertijab.
Pada hari pertama, Senin (27/4/2026), Sarjani memulai rangkaian sertijab di Kecamatan Batee. Bustami mengisi posisi camat yang sebelumnya dijabat oleh Nasrul. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Kecamatan Padang Tiji, di mana Khalidin ditunjuk menggantikan Asriadi.
Pada waktu yang sama, Wakil Bupati Pidie Alzaizi melaksanakan agenda di Kecamatan Delima dan Mila. Di Delima, Umar dipercaya menggantikan Karnadi. Sementara di Mila, Zulkarnaini menerima estafet kepemimpinan dari Irwan.
Baca juga: Dihantam Arus Saat Menyeberang, 1 Warga Pidie Hilang di Sungai Mane
Tim ketiga yang dipimpin Sekretaris Daerah Samsul Azhar menjalankan prosesi di wilayah pegunungan. Di Kecamatan Keumala, Zainal Abidin ditunjuk menggantikan Nurjannah. Sedangkan di Kecamatan Tangse, Amarullah resmi menjabat sebagai camat menggantikan Abdul Jafar.
Memasuki hari kedua, Selasa (28/4/2026), Wakil Bupati Alzaizi melanjutkan agenda ke Kecamatan Titeue untuk mengantar tugas Teuku Muhardi. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Sakti, di mana Abdul Jafar resmi dilantik sebagai camat menggantikan Nurmasyitah.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Samsul Azhar menuntaskan prosesi di wilayah pesisir dan jalur lintas. Di Kecamatan Glumpang Baro, Karniadi menggantikan Muhammad Jabannur. Sementara di Kecamatan Grong-Grong, Asriadi resmi menjabat sebagai camat, menggantikan pejabat sebelumnya.
Sekretaris Daerah Pidie, Samsul Azhar, menyampaikan mutasi pejabat eselon III dan IV ini merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi. Ia menegaskan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan daerah guna menjaga ritme kinerja.
Menurutnya, penempatan aparatur dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi. Ia juga berharap para camat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.












